Mataram, PorosLombok.com – Suasana ulang tahun mantan Gubernur NTB Zulkieflimansyah alias Bang Zul yang semestinya penuh suka cita, berubah jadi momen haru sekaligus miris.
Sejumlah vendor lokal yang pernah terlibat dalam penyelenggaraan event balap internasional MXGP, datang membawa kue ulang tahun. Namun, bukan cuma ucapan yang mereka sampaikan. Ada unek-unek besar yang ikut dibawa: soal pembayaran yang tak kunjung cair.
Momen itu diabadikan dan diposting akun Instagram @VendorMXGP pada Senin (19/5). Mereka menyebut kehadiran itu sebagai bentuk ikhtiar untuk mengetuk hati Bang Zul agar mau menyelesaikan persoalan lama.
“Atas dasar membaca berita adanya perayaan ulang tahun Bang Zul, dengan hati yang tulus kami datang dan mengucapkan selamat ulang tahun,” tulis akun tersebut.

Tapi di balik senyum dan doa, tersimpan luka yang belum sembuh. Para vendor mengaku sudah berminggu-minggu bekerja keras saat event MXGP berlangsung, namun hingga kini belum menerima bayaran sepeser pun.
“Kami datang hanya untuk mengucapkan selamat. Tidak lebih. Tapi kami juga berharap, ini bisa mengetuk hati nurani Bapak,” lanjut mereka.
Tak sedikit dari vendor yang terpaksa menjual aset usaha demi menutupi kerugian. Bahkan ada yang menyebut gudang peralatan mereka kini kosong melompong karena semua sudah dijual.
“Puluhan orang yang bekerja hanya bisa duduk bengong di gudang. Barang-barang sudah habis dijual untuk menutupi kerugian MXGP yang belum dibayar sampai sekarang,” tulis mereka dalam unggahan itu.
Mereka mengaku sudah mencoba mencari kejelasan ke berbagai pihak. Tapi jawaban yang diterima selalu mutar-mutar, tanpa solusi konkret.
“Kami tidak cari panggung. Kami hanya ingin hak kami dibayar. Kami kerja bukan untuk gaya-gayaan, tapi untuk anak istri kami,” tegas mereka.
Hingga berita ini diturunkan, Zulkieflimansyah belum memberikan respons saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp.
(arul/PorosLombok)
















