close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

29.1 C
Jakarta
Sabtu, Desember 6, 2025

Di Selong, Nikah Bukan Soal Bulan Baik, Tapi Dompet yang Tebal

PorosLombok – Fenomena unik terjadi di Kecamatan Selong, Lombok Timur. Angka pernikahan di wilayah ini bukan dipengaruhi kepercayaan soal bulan baik atau buruk, melainkan kondisi kantong alias kesiapan ekonomi calon pengantin.

Penghulu Kantor Urusan Agama (KUA) Selong, Darsiah, SH.I., mengungkapkan bahwa tren pendaftaran nikah justru melonjak menjelang Iduladha kemarin, bukan di bulan Muharram seperti yang sering diyakini sebagian masyarakat.

“Menjelang Iduladha itu ada 20 pasangan yang daftar. Tapi selama bulan Muharram ini cuma sembilan orang,” ujar Darsiah, Kamis (3/7).

Dia menegaskan, bukan soal pantangan bulan yang menyebabkan sepinya pernikahan, tapi karena belum banyak warga yang siap secara finansial.

“Di wilayah pinggiran Selong seperti Denggen, biasanya warga nikah setelah panen atau selesai jual tembakau. Kalau sudah ada uang, baru datang ke KUA,” katanya.

Menurut Darsiah, tren ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Masyarakat lebih mempertimbangkan isi dompet ketimbang memilih bulan yang dianggap membawa keberuntungan.

“Nikah itu butuh persiapan, terutama ekonomi. Sekarang orang makin realistis, bukan sekadar ikut-ikutan soal bulan baik,” tegasnya.

KUA Selong sendiri membawahi 11 Kelurahan dan 1 Desa yang tersebar di 55 Lingkungan diantaranya Pancor, Majidi, Sekarteja, Kelayu Utara, Kelayu Selatan, Kelayu Jorong, Denggen, dan Desa Denggen Timur dan beberapa Lingkungan lainnya.

“Biasanya begitu panen selesai, langsung ramai. Tapi kalau belum panen, ya sepi,” pungkasnya.

(arul/PorosLombok)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

IKLAN
TERPOPULER