(PorosLombok.com) — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. Lalu Muhammad Iqbal memberikan dukungan penuh terhadap pertunjukan peresean orisinil yang digelar di tengah pelaksanaan Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) VIII 2025 di NTB.
Langkah itu berawal dari inisiatif tokoh peresean NTB, Amaq Mila, yang menyampaikan langsung ke Gubernur bahwa penampilan peresean dalam opening ceremony Fornas pada 26 Juli lalu hanya bersifat teatrikal dan bukan dalam bentuk pertarungan asli.
“Peresean hanya ditampilkan dalam bentuk seni pertunjukan, bukan pertarungan yang orisinil. Maka saya sampaikan kepada Pak Gubernur bahwa saya ingin menampilkan yang original,” kata Amaq Mila, Senin (28/7).
Dalam pertemuan tersebut, Amaq Mila menyatakan niatnya menggelar peresean mandiri tanpa dukungan APBD dan berencana membuka tiket masuk untuk menutupi biaya.
Namun Gubernur NTB langsung menanggapi inisiatif itu dengan komitmen penuh dan meminta agar acara digratiskan untuk umum.
“Beliau langsung menyampaikan: ‘Amaq Mila, tidak usah ditiketkan. Nanti itu menjadi tanggung jawab saya,’” ungkap Amaq Mila menirukan pernyataan Gubernur.
Dengan jaminan tersebut, Amaq Mila pun membatalkan sistem tiket dan langsung menggelar pertunjukan peresean gratis di Lapangan Lanud Zainuddin Abdul Majid, Rembiga.
“Alhamdulillah, nyambung. Sehingga untuk pembakaran lapangan yang awalnya kami rencanakan, tidak jadi dilakukan. Pertunjukan langsung digelar gratis,” jelasnya.
Gubernur NTB disebut memiliki perhatian serius agar peresean sebagai olahraga tradisional asli suku Sasak dikenalkan secara luas ke seluruh kontingen yang hadir pada Fornas VIII.
Menurut Amaq Mila, dukungan tersebut menjadi bukti bahwa Gubernur NTB tidak hanya mengangkat budaya lokal sebagai pelengkap seremoni, melainkan benar-benar mendorongnya naik ke panggung nasional.
Pertunjukan peresean yang digelar sejak Minggu (27/7) tersebut langsung menyedot perhatian ratusan penonton. Hari pertama, paguyuban Putra Utara dari Pringgasela, Lombok Timur, melawan paguyuban Muter Jagat dari Gegutu.
Pertandingan selanjutnya mempertemukan Saka Mandiri dari Sayang-Sayang, Kota Mataram, melawan Sekar Kedaton dari Gerung, Lombok Barat.
“Saya berharap informasi ini bisa sampai kepada seluruh 18 ribu tamu Fornas kita. Besar harapan kami Pak Gubernur bisa sampaikan langsung ke kontingen,” ujar Amaq Mila.
Pertunjukan peresean tersebut dijadwalkan akan berlangsung hingga 10 Agustus 2025. Amaq Mila mengatakan, banyak peserta Fornas yang masih berada di NTB karena tidak bisa langsung pulang secara bersamaan.
“Tidak mungkin semua tamu langsung kembali dalam sehari. Yang tersisa ini tentu butuh tontonan. Maka peresean jadi alternatif hiburan sekaligus edukasi budaya,” ucapnya.
Ia juga menyebut, bila jumlah penonton makin ramai, ia akan kembali menghubungi Gubernur NTB untuk hadir langsung dan menyampaikan arah masa depan olahraga peresean di tingkat nasional.
“Beliau memang harapannya tamu-tamu kita pulang bawa kesan baik, bercerita bahwa di NTB ada olahraga tradisional yang unik dan berkelas. Itulah peresean,” pungkasnya.
(arul/PorosLombok)














