Hadiri Tasyakuran Media SR ke-7, Ini Pesan Mendidik Sekda Lotim

LOTIM – Poroslombok.com | Minggu kedua, atau tepatnya tanggal 12 Januari menjadi menjadi puncak peringatan hari jadi media cetak dan harian onlline “Suara Rinjani” yang genap berusia 7 Tahun. Namun begitu, memilih perayaan hari jadinya dengan cara Family Gathering di Hotel Lombok Raya Mataram, 14-15 Januari 2023.

Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekda) Lotim, Drs. H.M. Juaini Taofik, dalam sambutannya memberikan apresiasi atas dedikasi semua crew Media Suara Rinjani yang masih bisa bertahan di Media Cetak pada usia yang Ke-7. Meski diakuinya di 2 tahun terakhir NTB khususnya diterpa Pandemi Covid19 yang menyebabkan banyak perusahaan gulung tikar. Kak Ofik sapaan akrabnya Sekda berharap tahun depan diusia emasnya yang Ke – 8, Media Suara Rinjani masih bisa tetap berkarya.

“Tetaplah berkarya karena saya paham memang tidak ada wartawan yang kaya, kecuali dia merangkap Pengusaha. Tapi lebih baik miskin duit daripada generasi ini miskin konsep”, sebut Sekda.

Menurutnya, seseorang yang menjadi Wartawan dituntut untuk terus belajar meningkatkan kafasitas diri. Mengingat, dalam karya – karyanya dia akan bersentuhan langsung dengan masyarakat dari semua sektor.

Kemudian lanjut Sekda, di era digitalisasi dan keterbukaan informasi sekarang, media harus terus menawarkan semangat optimisme, demokratisasi dan keterbukaan Informasi Publik. Selain peningkatan kapasitas sumber daya manusia karena sejatinya profesi Wartawan akan berhadapan dengan semua sektor baik birokrasi pengusaha, politisi dan sebagainya.

Bahkan kata dia, Presiden Jokowi pun menekankan dalam penyampaian informasi tidak hanya pesan itu terkirim tapi harus terbaca sampai kehati pembaca, yakni masyarakat itu sendiri.

“Sebuah keberuntungan saya ketemu dengan wartawan dan berinteraksi dengan baik karena kebanyakan wartawan itu  juga punya referensi yang baik”, ungkap Juaini Taofik.

Ia juga meminta kepada semua Wartawan sebagai pemberi informasi agar terus menerus meningkatkan referensi dan kompetensinya. Mengingat, menurutnya menarik tidaknya pertanyaan yang disampaikan tentu akan semakin membuat nara sumber paham dan bisa membaca sejauh mana kemampuan Wartawan itu.

“Saya sangat menghargai Wartawan yang pertanyaannya bagus. Namun ada juga wartawan yang  kontekstualnya bagus tapi konseptualnyan kurang bagus. Maka yang bagus adalah kontekstual dan konseptual saling mengisi. Artinya mari terus meningkatkan kompetensi kita,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pimpinan Redaksi sekaligus Pendiri (Owner) PT. Media Suara Rinjani Hasanah Effendi dalam sambutannya mengatakan saat ini Media cetak memiliki tantangan yang cukup berat. Dimana menurutnya dengan perkembangan tekhnologi dan informasi media Online yang berkembang begitu pesat. Setiap tahunnya mencapai puluhan bahkan ratusan media, menyebabkan banyak sekali media cetak gulung tikar karena tidak mampu bertahan dan bersaing.

Tapi kata dia, Media Suara Rinjani tidak ingin berkecil hati dan  pesimis karena keluarga besar Suara Rinjani  menanamkan sikap optimisme. Sehingga dengan keadaan ditengah ancaman resesi ekonomi global, Media Suara Rinjani bisa bertahan.

“Alhamdulillah mingguan suara Rinjani masih terbit sampai sekarang, ini tentunya tak terlepas dari manajerial dan komitmen wartawan Suara Rinjani. Meskipun demikian kami juga tidak menutup mata dengan teknologi sehingga kami menerbitkan portal media online suararinjani.com pada  tahun 2018,” urainya.

Lebih jauh disampaikan  Suara Rinjani saat ini masih bertahan dan memiliki 8 Biro Kabupaten/Kota di NTB. Mendapatkan berita-berita yang sifatnya membangun dan tidak ada tendensius apapun. Semua yang di lakukan tambah dia adalah sesuai dengan fakta yang ada.  Adapun yang memuat kritikan, semata mata ingin daerah kita menjadi lebih maju,  bukan tendensius.

“Media adalah mata hati masyarakat sehingga pemerintah bisa memberikan kebijakan-kebijakan yang sesuai dengan yang diinginkan oleh rakyat tentunya salah satunya dengan pemberitaan media yang terus menggali informasi sampai tingkat paling bawah,  karena itulah Kami berharap energi ini terus berlanjut dengan baik di seluruh Provinsi Nusa Tenggara Barat,” terangnya.

Kemudian lanjut Hasanah,   dia berharap kepada semua Jurnalis Suara Rinjani untuk terus   meningkatkan kualitas diri dan tingkatkan kinerja.

“Saya sangat memberikan apresiasi kepada teman-teman jurnalis di berbagai daerah yang terus-menerus memacu diri meningkatkan kualitasnya sehingga mampu bertahan sampai sekarang, ini suatu keberkahan dan berkat komitmen dan kerjasama kita semua,” tutup Hasanah Efendi.

Turut hadir dalam kesempatan itu,  selain Sekretaris Daerah Kabupaten Lotim, Kadis Kominfo Dan Persandian DR. Fauzan, Kasi Humas Polres Iptu Nikolas Osman, Jurnalis Suara Rinjani dari 8 Kabupaten Kota Se – Provinsi NTB. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU