PorosLombok.– Masyarakat Lombok Timur diminta waspada. Harga cabai rawit diprediksi bakal naik dalam waktu dekat. Badan Pusat Statistik (BPS) setempat mencatat, komoditas tersebut mulai menunjukkan tren kenaikan berdasarkan pemantauan mingguan.
“Cabai rawit ini sudah mulai bergerak. Kalau tren naiknya berlanjut, bukan tidak mungkin harga akan melonjak dalam beberapa pekan ke depan,” kata Kepala BPS Lotim, Sri Endah Wardanti, S.ST., M.M., kepada porosLombok.com, Rabu (2/7).
Sri Endah menjelaskan, pantauan harga dilakukan di Pasar Pancor sebagai lokasi sampel tetap. Pemilihan pasar tersebut merupakan rekomendasi Dinas Perdagangan dan digunakan secara konsisten setiap minggu.
“Pantauan harus di pasar yang sama. Tidak bisa hari ini di Pancor, besok pindah ke Sembalun. Itu bikin data rusak. Harganya kan beda-beda,” tegasnya.
Ia menambahkan, IPH (Indeks Perkembangan Harga) mengukur tren harga dari waktu ke waktu, bukan perbandingan antar pasar. Karena itu, konsistensi lokasi, responden, hingga kualitas barang sangat penting.
“Kalau hari ini kita pantau cabai kualitas A, minggu depan juga harus kualitas A. Enggak boleh ganti. Kalau kualitasnya beda, hasilnya enggak valid,” ujar Sri Endah.
BPS juga mengingatkan bahwa cabai rawit merupakan komoditas yang sangat sensitif terhadap pasokan dan cuaca. Sedikit saja gangguan distribusi, harganya bisa melonjak tajam.
“Cabai ini memang lincah. Kalau pasokan terganggu sedikit saja, langsung pengaruh ke harga,” ujarnya.
Atas dasar itu, Sri Endah mengapresiasi langkah Bupati Lombok Timur yang mendorong ASN dan kantor pemerintahan untuk menanam cabai secara mandiri.
“Langkah itu sangat bagus. Kalau banyak yang tanam sendiri, ketergantungan ke pasar bisa berkurang. Itu juga bisa bantu redam gejolak harga,” pungkasnya.
(arul/PorosLombok)



















