Jalan Terara-Embung Raja Rusak Parah, DPRD Lotim Prioritaskan Perbaikan 2025

Lombok Timur, PorosLombok.com – Jalan Terara-Embung Raja yang menghubungkan sejumlah desa di Kecamatan Terara dan Embung Raja, Lombok Timur, saat ini rusak parah.

Kondisi jalan semakin memburuk setiap kali musim hujan datang. Jalan berlubang, bergelombang, licin, dan tergenang air, membuat warga yang melintas merasa khawatir.

Kerusakan parah ini tentu saja menghambat mobilitas masyarakat yang sehari-harinya mengandalkan jalan tersebut. Tak hanya itu, kerusakan jalan juga berdampak pada perekonomian warga. Para petani dan pedagang kesulitan mengangkut hasil pertanian dan barang dagangan mereka.

Kondisi jalan yang buruk ini pun menjadi perhatian serius masyarakat. Warga mulai aktif membagikan kondisi jalan yang memprihatinkan melalui media sosial, berharap agar masalah ini segera mendapat perhatian dari pemerintah daerah.

Menanggapi keluhan tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Timur langsung bergerak cepat. Pihak legislatif menganggap perbaikan Jalan Terara-Embung Raja sebagai prioritas utama dan rencananya akan dimasukkan dalam anggaran tahun 2025.

Melalui rapat-rapat di DPRD, jalan tersebut akhirnya diputuskan untuk masuk dalam daftar proyek perbaikan infrastruktur yang harus segera ditangani. DPRD berharap perbaikan dapat dilakukan secepatnya demi kemudahan akses masyarakat.

Anggota DPRD Lombok Timur dari Fraksi PAN, Saprudin, yang juga merupakan wakil rakyat dari wilayah tersebut, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah memperjuangkan agar perbaikan Jalan Terara-Embung Raja dimasukkan dalam rencana kerja pemerintah daerah.

“Kami sudah menyuarakan dan alhamdulillah jalan Terara-Embung Raja kini masuk dalam daftar prioritas. Kondisi jalan ini sangat urgent dan harus segera diperbaiki,” ujar Saprudin, Rabu (04/12).

Menurut Saprudin, kerusakan jalan ini sudah berlangsung cukup lama, dan kondisi jalan semakin parah saat musim hujan. Jalan ini sangat vital untuk aktivitas warga, sekaligus menjadi akses utama perekonomian masyarakat sekitar.

“Untuk itu, kami berharap pemerintah daerah segera mengalokasikan anggaran untuk perbaikan pada 2025,” tambahnya.

Selain itu, Saprudin juga memastikan bahwa ia dan rekan-rekannya di DPRD Lombok Timur akan terus memperjuangkan perbaikan infrastruktur jalan lainnya di wilayah tersebut. Salah satunya adalah jalan penghubung antara Desa Gelora dan Desa Loyok yang juga dalam kondisi rusak parah.

Jalan tersebut menjadi akses utama menuju kawasan pariwisata yang berkembang di Lombok Timur. “Jalan penghubung Desa Gelora dan Desa Loyok juga harus segera diperbaiki. Itu sangat penting untuk mendukung sektor pariwisata di Lombok Timur,” tegasnya.

Perbaikan infrastruktur jalan memang sangat dibutuhkan, terutama dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke Lombok Timur. Jalan yang baik dan layak akan memperlancar transportasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Saprudin pun menegaskan, ia bersama rekan-rekannya di DPRD akan terus memperjuangkan agar anggaran perbaikan infrastruktur jalan bisa terealisasi tepat waktu.

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur diharapkan segera menindaklanjuti dan merealisasikan rencana perbaikan jalan-jalan rusak tersebut. Dengan demikian, masyarakat dapat merasakan manfaatnya dalam waktu dekat.

Perbaikan jalan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif, baik dalam meningkatkan kualitas hidup warga, memperlancar perekonomian, maupun mendukung perkembangan sektor pariwisata yang semakin pesat di daerah tersebut.

(Arul/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Bank NTb

TERBARU