PorosLombok.com – Pemuda desa yang tergabung dalam “Bajang Loyok Metangi” resmi membuka turnamen Peresean skala Pulau Lombok di Lapangan Umum Desa Loyok, Kecamatan Sikur guna melestarikan tradisi leluhur Sasak, Rabu (13/5/2026).
Ajang adu ketangkasan menggunakan rotan dan perisai ini berlangsung meriah selama sepuluh hari ke depan hingga tanggal 23 Mei mendatang. Ribuan penonton lokal hingga wisatawan mancanegara memadati arena untuk menyaksikan aksi para petarung di tengah lapangan.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada panitia dan pemuda yang telah berkolaborasi sehingga acara ini terlaksana,” ujar Plt Kepala Desa Loyok Lalu Bahaiddin.
Lalu Bahaiddin memuji inisiatif kolektif para pemuda desa yang berhasil menyatukan visi dalam menyelenggarakan kegiatan seni bela diri tradisional tersebut. Kerja sama solid ini menjadi kunci utama kesuksesan hari pembukaan yang menghadirkan petarung-petarung legendaris.
“Peresean ini perdana di Loyok dan menjadi hal positif agar muncul pepadu-pepadu baru dari desa kami untuk berkompetisi di luar,” katanya.
Pemerintah desa memandang kompetisi ini sebagai wadah pembibitan atlet atau jagoan lokal yang memiliki potensi bertarung di level yang lebih tinggi. Kehadiran pepadu ternama seperti Ombak Tenang pada partai pembuka terbukti meningkatkan animo serta semangat para petarung muda.
“Kita berharap semoga kompetisi ini bisa berjalan lancar, aman, tertib, dan kondusif bagi semua pengunjung,” ujarnya.
Bahaiddin menegaskan bahwa menjaga keamanan arena merupakan tanggung jawab kolektif seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya petugas kepolisian atau Babinsa semata. Kondisi yang stabil akan memberikan kenyamanan bagi tamu asing yang sengaja datang berkunjung.
“Loyok merupakan salah satu desa wisata dan acara ini menjadi bentuk pengenalan daerah kami ke dunia internasional,” jelasnya.
Sektor pariwisata diharapkan mendapat dampak positif dari promosi budaya melalui atraksi fisik yang sangat ikonik bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat ini. Warisan adat budaya Lombok tersebut dinilai perlu dilestarikan secara bertahap maupun terus-menerus melalui kegiatan serupa.
“Kegiatan peresean ini juga terlaksana karena kerjasama semua stakeholder yang ada di kecamatan Sikur,” kata Plt. Camat Sikur H. Syafi’i.
H. Syafi’i mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak yang telah mendukung kelancaran logistik dan teknis demi suksesnya acara berskala besar tersebut. Sinkronisasi antarlembaga di tingkat kecamatan menjadi fondasi utama dalam mengelola kerumunan massa yang hadir setiap harinya.
“Kita tidak boleh kalah dengan daerah lain, insyaallah bulan Agustus kita adakan tingkat kecamatan Sikur,” ucapnya.
Pemerintah kecamatan berencana menjadikan agenda ini sebagai kegiatan rutin tahunan untuk mendorong semarak kebudayaan di seluruh desa wilayah Sikur. Turnamen di bulan Agustus mendatang diproyeksikan bakal lebih besar dengan melibatkan peserta dari lingkup yang lebih luas.
“Peresean skala pulau ini harus terus terlaksana di tahun-tahun berikutnya baik di Loyok maupun di desa lainnya,” pungkasnya.*


















