Kabid SMK : Kejadian Di SMK 1 Woha Itu Urusan Internal Tukang

PorosLombok.com, Lotim –

Adanya keributan di proyek Dana Alokasi Khusus, (DAK) swakelola Dikbud NTB, yang terjadi pada Jum`at, 20 Januari bertempat di SMK 1 Woha saat dilakukan pertemuan terkait pembahasan kelanjutan proyek bangunan yang belum juga selesai.

Menanggapi hal tersebut kepala Bidang SMK Pada Dikbud NTB Muhammad Khairul Ikhwan, S.Pd. MT menyampaikan bahwa hal tersebut biarkan menjadi urusan antar mereka, Pasalnya kejadian ini adalah urusan internal para pelaksana.

Untuk sementara pihak Dikbud cukup memantau dulu sambil tetap mengawasi agar progress tak terhambat. Dan PPK tetap melaporkan kepada pimpinan setiap perkembangan.

“Kalau ini masalah internal antar tukang, biar di selesaikan sendiri,” ujarnya saat dikonfirmasi PorosLombok, Minggu (22/01).

Maka dari itu ia menegaskan kalau pihaknya hanya fokus menyelesaikan terkait progres pengerjaan bangunan, sehingga ia meminta dengan adanya kejadian ini jangan d besar besarkan.

Diberitakan sebelumnya, di lansir dari www.bidiknews.net Peristiwa naas terjadi, ketika salah seorang pelaksana bernama Sudirman melakukan penyerangan terhadap pelaksana lain yang bernama Burhan sehingga peristiwa berdarah itu pun tak terelakkan.

Dalam keterangannya Sudirman menyerang Burhan lantaran dalam pertemuan itu Burhan mengeluarkan kalimat-kalimat yang dinilai mendiskreditkan dirinya karena dinilai tidak konsisten dalam melaksanakan pekerjaan. Tak terima kata –kata yang dianggapnya tak pantas akhirnya Sudirman naik pitam dan langsung menyerang Burhan dengan menggunakan kursi ditempat itu.

Namun naas terjadi, salah satu anggota pelaksana lain tiba-tiba dari belakang datang melakukan pemukulan terhadap Sudirman dengan menggunakan benda tumpul sehingga Sudirman terkapar bersimbah darah serta mengalami luka serius di bagian wajah. Tak kuat dihajar, akhirnya Sudirman berusaha bangkit dan lari menggunakan mobil menuju Rumah Sakit Sondosia Bolo Bima untuk meminta pertolongan perawatan.

(Arul/Poroslombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU