Kadispar Lotim Berkomitmen Tuntaskan Visi Misi Pemerintahan Sukma, Simak Agenda Besarnya 

LOTIM – PorosLombok.com | Dinas Pariwisata (Dispar) kabupaten Lombok Timur dibawah kepemimpinan Widayat, S.Pd.,M.Pd yang baru menjabat sejak 25 Juli 2023 lalu berkomitmen menuntaskan visi misi kepemimpinan Sukiman – Rumaksi yang akan berakhir September mendatang.

Untuk mewujudkan itu, berbagai upaya akan dilakukan melalui program yang sudah disiapkan. Namun agar tidak terhenti pada tataran wacana saja, maka dibutuhkan Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (RIPPARDA).

“Target utama saya setelah dilantik adalah Ripparda harus selesai, maksimal pertengahan September sudah uji publik,” ujar Widayat dengan penegasan saat ditemui poroslombok.com, Selasa (8/8/2023).

Menurut dia, dibutuhkan program yang berkesinambungan untuk membangun pariwisata daerah. Karenanya Ripparda menjadi sangat penting sebagai panduan bagi penyelenggara pariwisata di Lombok Timur.

“Kalo tanpa Ripparda, maka ketika ganti Bupati, ganti kepala dinas, ganti orang, ganti juga programnya. Tidak ada kesinambungan. Istilahnya, begitu malam hari mimpi besok eksekusi, karna tidak ada role yang baik tentang pariwisata,” ujarnya.

Ketika Ripparda selesai, sambung dia, barulah akan ditentukan pointer-pointer mana yang akan diambil sebagai prioritas sesuai dengan timeline untuk lima tahun kedepan. Dengan demikian akan ada arah yang jelas role map tentang kebijakan pariwisata.

Secara umum, dalam Ripparda itu nantinya akan dilakukan pemetaan zona berdasarkan potensi wisata yang dimiliki setiap wilayah, sehingga akan menjadi jelas arah dan tujuan yang ingin dicapai.

Semua itu, lanjut dia, membutuhkan dukungan anggaran yang memadai. Menyadari itu, sehari setelah dilantik Widayat langsung ke Jakarta, guna meminta dukungan anggaran dari Kementerian pariwisata.

“Hasilnya, Alhamdulillah akan ada Rp. 10 miliar yang akan digelontorkan untuk Lombok Timur pada tahun depan,” bebernya.

Saat yang sama, Widayat juga membangun jaringan komunikasi dengan semua kepala dinas pariwisata yang berdampak terhadap gunung rinjani, untuk bersama-sama mengadvokasi dalam rangka menyisir PAD dari gunung rinjani.

“Karna selama ini gunung rinjani tidak pernah memberikan dampak PAD untuk Lombok Timur. Dan nanti kita akan coba mendisain dalam bentuk Forum Group Discussion (FGD) dengan teman-teman, dimana celah yang kita bisa masuk,” urainya.

Selain itu, Dispar Lombok Timur juga akan melaksanakan 11 (sebelas) pelatihan peningkatan kapasitas kepada pelaku pariwisata yang ada di daerah ini, dengan dana dari Kementerian.

“Dan ini sudah clear, sudah di lock in. Doakan saja semoga semuanya lancar-lancar saja,” harapnya.

Bukan itu saja, Dispar Lombok Timur juga akan mendorong beberapa event budaya yang ada di daerah ini untuk bisa dimasukkan di Kalender Event Nasional (KEN). Selama ini, kata dia, kita terlalu fokus dengan event internasional tetapi lupa dengan event level nasional.

Dia menyebut, terdapat puluhan event menarik yang dimiliki Lombok Timur untuk bisa dilirik oleh Pemerintah pusat untuk masuk ke KEN. Diantaranya adalah alunan budaya desa, event tembolak beak dan lain sebagainya.

Pada kesempatan yang sama, Widayat juga membagikan kabar baik perihal Bupati Sukiman Azmy yang sudah menandatangi kesepakatan kerja sama dengan asuransi Jasa Raharja Putra terkait asuransi pengunjung, pada Selasa pagi tadi.

Diharapkannya, para pelaku wisata baik perorangan maupun swasta dapat mengikuti hal baik yang dilalukan Bupati dan Dispar Lotim, segingga tidak terjadi lagi seperti tragedi di pantai ketapang beberapa waktu lalu.

“Hari ini pak Bupati sudah tanda tangan MoU, dan mungkin minggu depan kita sudah ber-PKS. Kita tidak menginginkan adanya korban, tetapi paling tidak akan ada yang memback up dan membantu keluarga korban,” terangnya.

Namun demikian, Pemda Lombok Timur melalui Dinas Pariwisata akan berupaya melakukan mitigasi bahaya untuk meminimalisir terjadinya resiko kecelakaan pengunjung.

“Nanti kita akan bekerja sama dengan BPBD untuk memberikan tanda bahwa di sini area berbahaya, area sedang, dan area aman. Itu akan kita lakukan untuk mengurangi resiko kecelakaan kepada pengunjung,” demikian Widayat.

(PL/anas)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU