Lotim, PorosLombok.com –
Pendaftaran Panitia Pemungutan Suara (PPS) atau petugas Ad Hoc ditingkat desa di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lotim diserbu ribuan pendaftar, walaupun sebelumnya sempat diperpanjang karena ada kekurangan pendaftar di beberapa desa.
Hal tersebut disampaikan Kepala Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM,Taharudin saat dikonfirmasi porosLombok kemarin, Selasa (03/01).
Sejauh ini kata Tahar, Jumlah pendaftar anggota PPS untuk sementara berjumlah kurang lebih 3.800 orang, dan didominasi oleh Kecamatan Wanasaba yakni mencapai 250 orang lebih, oleh karena itu KPU Lotim akan lebih selektif, dan butuh kehati-hatian dalam seleksinya nanti.

Akan tetapi ia tidak menampik bahwa dari seluruh peserta yang mendaftar banyak mantan-mantan petugas PPS yang sudah berpengalaman di bidangnya.
“Bahkan, banyak kami temukan mantan PPK yang ikut mendaftar jadi PPS begitu juga sebaliknya,”jelasnya
Masing-masing desa nantinya, lanjut Tahar, akan di isi oleh 3 orang petugas Ad Hoc sehingga yang akan diambil yakni sebanyak 762 orang se-Kabupaten Lombok Timur.
“Untuk Test tulisnya, akan dimulai pada tanggal 9 – 14 Januari, 2023 menggunakan CAT, dan test wawancara dari tanggal 18 – 20 Januari 2023,”terangnya.
Penggunaan CAT dalam test tulis kata dia, untuk menghindari tudingan kepada KPU melakukan permainan dalam penerimaan petugas PPS, sehingga hasil seleksinya nanti murni berdasarkan ujian yang telah diikuti oleh para peserta.
“Nanti kalau kita manual jadi Fitnah, ada yang bilang titipan, KPU main mata mentang-mentang kenal sama ini sama itu,”akunya.
Namun ia mengakui kalau hasil tes CAT bukan menggunakan akumulasi, akan tetapi, lebih kepada cara para peserta untuk mengantarkan mereka masuk 9 besar, agar bisa dapat kembali mengikuti test wawancara.
“Jadi walaupun nilainya tinggi di CAT, bukan kemudian mereka akan lulus, karena nanti kami akan bawa ke pleno,” pungkasnya.
(arul/ poroslombok)
















