Ketua PKK NTB Tinjau Pengolahan Ikan di Labuan Lombok untuk Tekan Stunting

(PorosLombok) – Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj Sinta Agatha Iqbal menyambangi Desa Labuan Lombok, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, untuk melihat langsung proses pengolahan ikan oleh kader Posyandu setempat, Jumat (15/8).

Dalam kunjungan itu, Sinta memantau kegiatan pengolahan ikan yang dilakukan kader Posyandu sebagai bagian dari upaya menekan angka stunting di wilayah tersebut. Ia menilai, kreativitas dalam mengolah ikan dapat menjadi kunci untuk meningkatkan konsumsi protein anak-anak.

“Kegiatan utama kita melihat kader Posyandu melakukan pengolahan ikan untuk membantu melawan stunting di daerah ini,” kata Sinta.

Tidak hanya meninjau kegiatan di Posyandu, Sinta juga mengunjungi pelabuhan untuk melihat langsung penangkapan ikan tuna berukuran besar. Ia kemudian melanjutkan perjalanan ke pabrik untuk mengetahui proses pengolahan hasil laut itu.

Menurutnya, para perempuan penjual ikan di desa tersebut masih membutuhkan bantuan, terutama dalam hal pemasaran dan peningkatan pendapatan. Ia prihatin karena hasil penjualan mereka belum stabil.

“Pendapatan mereka belum banyak. Tingkat penjualan juga bervariasi dan terkadang sulit laku,” ujarnya.

Sinta juga memberikan pelatihan mengolah ikan tuna menjadi nugget yang dimodifikasi dengan nama Kaki Naga Tuna. Produk olahan itu diharapkan mampu menarik minat anak-anak yang sebelumnya enggan mengonsumsi ikan karena aromanya.

“Banyak anak enggan makan ikan karena aromanya. Orang tua dan kader harus kreatif mengolahnya menjadi camilan kekinian,” ucapnya.

Setelah mencicipi hasil olahan, Sinta menilai rasanya enak dan berpotensi dikembangkan dalam berbagai bentuk. Menurut dia, variasi bentuk dapat meningkatkan daya tarik produk tersebut di kalangan anak-anak.

“Kalau kita bikin variasi dari adonan yang sama, anak-anak pasti mau makan,” katanya.

Ia berharap, konsumsi protein dari ikan bisa terus meningkat sehingga angka stunting di daerah tersebut dapat berangsur turun. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari PKK provinsi, kabupaten, kecamatan, dan desa.

Kepala Desa Labuan Lombok, Zaenab, mengaku senang atas kedatangan Ketua PKK NTB. Ia menyebut kegiatan itu bermanfaat untuk memperkuat sektor pengolahan ikan di desanya.

“Kami siap menyediakan bahan baku dan membantu suplai ikan untuk program Makan Bergizi Gratis,” kata Zaenab.

Namun, terkait data Kementerian Kesehatan yang menyebut angka stunting dan kemiskinan ekstrem di desanya masih tinggi, Zaenab mengaku heran. Ia mempertanyakan sumber data tersebut dan meminta agar pihak terkait melakukan verifikasi lapangan.

“Buktikan sendiri turun ke masyarakat kami, dari mana data itu didapat,” ujarnya.

Zaenab mengungkapkan, pada pendataan kemiskinan ekstrem, satu kepala keluarga yang terdiri dari suami, istri, dan anak-anak dimasukkan seluruhnya dalam kategori tersebut. Menurutnya, hal itu membuat jumlah penerima label kemiskinan ekstrem terlihat besar.

Meski demikian, ia mengakui ada sisi positif dari status tersebut. Bantuan, pelatihan, dan perhatian dari berbagai pihak terus mengalir ke desanya.

“Nilai positifnya, kami selalu didatangi untuk perbaikan,” tuturnya.

(arul/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU