Lonjakan 2.000 Anak Difabel, Tantangan Mendesak bagi Pemimpin Baru Lotim

(Lombok Timur, PorosLombok.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) dihadapkan pada tantangan besar menangani 2.000 anak berkebutuhan khusus. Angka ini meningkat dari 1.200 anak berdasarkan identifikasi terbaru Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lotim.

Demi mengatasi situasi tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lotim merencanakan pembentukan unit layanan disabilitas untuk anak berkebutuhan khusus (ABK). Kepala Dinas, Izzuddin, mengharapkan pemimpin Lotim mendatang membentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) guna memberikan layanan optimal bagi anak-anak difabel.

“Kita harus memastikan bahwa setiap anak, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus, mendapatkan hak yang sama dalam pendidikan dan pengembangan diri,” ujar Izzuddin dalam keterangannya.

Rencana pembangunan UPT ini mencakup tiga zona utama: selatan, tengah, dan utara. Dengan kehadiran UPT di berbagai lokasi, akses layanan diharapkan lebih mudah, didukung tenaga profesional seperti psikolog yang akan berperan penting dalam pendampingan.

Pemerintah daerah didesak untuk serius dalam penyediaan anggaran. “Dukungan finansial yang memadai sangat penting, karena pendampingan anak berkebutuhan khusus memerlukan keahlian dan sumber daya khusus secara berkelanjutan,” tambah Izzuddin.

Selain dukungan infrastruktur dan anggaran, edukasi kepada orang tua juga menjadi fokus utama. Banyak orang tua masih ragu menyekolahkan anak-anak difabel, yang berkontribusi pada tingginya angka putus sekolah. Kesadaran dan pemahaman harus ditingkatkan agar orang tua lebih percaya diri dalam memberikan pendidikan bagi anak mereka.

Dengan terbentuknya UPT, diharapkan layanan pendidikan dan dukungan psikososial yang komprehensif dapat diberikan, memungkinkan anak berkebutuhan khusus berkembang secara maksimal. Langkah ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup mereka dan mendorong inklusi sosial di Lombok Timur.

“Kerja sama semua pihak sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi anak berkebutuhan khusus,” kata Izzuddin menegaskan pentingnya kolaborasi.

Dukungan berkelanjutan menjadi kunci menciptakan lingkungan ramah bagi anak berkebutuhan khusus di Lombok Timur. Semua pihak diharapkan dapat berkontribusi menciptakan solusi jangka panjang yang berkelanjutan.

(Arul/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU