PorosLombok.com – Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Fajar Lombok resmi menutup pelatihan kejuruan las yang dibiayai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2025, Sabtu (21/6).
Program ini disebut mampu mendongkrak keterampilan warga dan ikut menekan angka pengangguran di Lombok Timur.
Sebanyak 32 peserta mengikuti pelatihan yang dibagi ke dalam dua kelas. Mereka dikirim oleh Disnakertrans Lombok Timur dan mendapat pembekalan teknis serta bantuan alat kerja untuk mendukung kemandirian setelah pelatihan.
“Ini angkatan pertama yang kami terima lewat pendanaan DBHCHT. Respons masyarakat sangat bagus, bahkan sekarang sudah banyak yang antre untuk gelombang berikutnya,” ujar Direktur LPK Fajar Lombok, Suparno.
Menurutnya, pelatihan ini bukan sekadar memberi teori, tetapi juga membekali peserta agar siap terjun langsung ke dunia kerja atau membuka usaha secara mandiri.
“Kalau cuma diajar tapi enggak punya alat, hasilnya akan mandek. Maka peserta kami beri keduanya: ilmu dan perlengkapan kerja,” tegas Suparno.
Ia berharap pelatihan seperti ini terus mendapat dukungan, bahkan bisa diperluas ke bidang kejuruan lainnya. LPK swasta, lanjut dia, siap berkontribusi membantu pemerintah mencetak SDM yang kompeten dan siap kerja.
Sementara itu, perwakilan Disnakertrans Lombok Timur, Zuhdi, menyambut baik pelatihan yang digelar LPK Fajar Lombok. Ia menyebut kegiatan ini sejalan dengan program pemerintah dalam menyiapkan tenaga kerja yang terampil.
“Penduduk kita 1,4 juta jiwa. Angka pengangguran pasti tinggi kalau tidak diimbangi pelatihan seperti ini,” katanya.
Zuhdi menegaskan, pelatihan yang dilengkapi bantuan alat kerja sangat dibutuhkan. Tanpa dukungan sarana, peserta akan kesulitan menerapkan keterampilan yang mereka peroleh.
“Sudah pintar, tapi enggak punya alat, ya susah. Maka kami pastikan mereka dapat dua-duanya, agar bisa langsung kerja atau usaha sendiri,” tandasnya.
Pelatihan ini disebut sebagai salah satu langkah nyata dalam mendukung peningkatan kualitas tenaga kerja di daerah. LPK Fajar Lombok mencatat, sejak program ini digulirkan, pendaftaran untuk angkatan selanjutnya terus mengalir.
(arul/PorosLombok)















