Masih Tahap Perencanaan, Mahallo Cafe Bidik Pengembangan Home Stay

Lombok Timur, PorosLombok.com – Mahallo Cafe, sebuah tempat nongkrong yang terletak di Desa Loyok, Kecamatan Sikur, Lombok Timur, menjadi daya tarik baru bagi masyarakat setempat, terutama di kalangan Gen-Z. Meski terbilang baru, kafe ini telah menjadi pilihan favorit untuk menghabiskan waktu di hari libur.

Konsep yang diusung Mahallo Cafe sederhana namun berkelas, menjadikannya tempat yang nyaman untuk bersantai. Pemilik Mahallo Cafe, Lalu Syamsul, menyebut bahwa tujuan utama kafe ini adalah menciptakan ruang bagi anak muda untuk menikmati waktu luang mereka.

“Kami ingin menghadirkan suasana yang berbeda di desa ini, tempat di mana semua orang, terutama anak muda, bisa merasa nyaman,” ujar Lalu Syamsul saat ditemui di lokasi pada Minggu (1/12).

Melihat tingginya antusiasme pengunjung, Lalu Syamsul memiliki rencana untuk memperluas bisnisnya. Salah satu rencana besarnya adalah menambahkan fasilitas home stay di sekitar kafe. Fasilitas ini diharapkan dapat menjadi pilihan akomodasi bagi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, yang datang ke Desa Loyok.

“Ke depannya, kami berencana membangun home stay di sekitar Mahallo Cafe. Namun, saat ini kami masih mencari lahan yang tepat. Jika sudah siap, kami akan segera merealisasikan rencana tersebut,” kata Lalu Syamsul.

Rencana ini muncul seiring dengan meningkatnya jumlah pengunjung ke Mahallo Cafe. Menurut Syamsul, kafe ini tidak hanya menjadi tempat nongkrong, tetapi juga mampu memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan.

“Pengunjung kami cukup banyak setiap harinya, dan omzetnya lumayan. Ini memberi kami kepercayaan diri untuk terus mengembangkan usaha ini,” tambahnya.

Selain itu, keberadaan Mahallo Cafe juga memberikan dampak positif bagi warga sekitar. Syamsul mengatakan, operasional kafe ini turut melibatkan masyarakat lokal, mulai dari penyediaan bahan baku hingga tenaga kerja.

“Kami ingin Mahallo Cafe tidak hanya menjadi tempat nongkrong, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat desa,” jelasnya.

Bagi pengunjung, Mahallo Cafe menawarkan lebih dari sekadar tempat makan dan minum. Dekorasi yang Instagramable menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi anak muda yang gemar berswafoto.

“Saya sering ke sini karena tempatnya bagus untuk foto-foto. Selain itu, suasananya nyaman dan makanannya enak,” ujar Rina (21), salah satu pengunjung setia Mahallo Cafe.

Rencana pembangunan home stay di Mahallo Cafe juga dianggap sejalan dengan potensi wisata Desa Loyok. Desa ini dikenal sebagai sentra kerajinan anyaman bambu yang kerap menarik wisatawan. Kehadiran fasilitas penginapan diharapkan dapat membuat wisatawan betah berlama-lama di Loyok.

“Kami ingin pengunjung yang datang tidak hanya menikmati kafe, tetapi juga mengeksplorasi kekayaan budaya dan potensi wisata lainnya di Loyok,” kata Syamsul.

Syamsul berharap, dengan adanya pengembangan ini, Mahallo Cafe dapat berkontribusi lebih besar terhadap promosi pariwisata Desa Loyok. Ia optimistis bahwa langkah ini akan membawa manfaat bagi desanya.

“Mahallo Cafe kami harapkan bisa menjadi ikon baru Desa Loyok, tidak hanya sebagai tempat nongkrong, tetapi juga sebagai destinasi wisata yang memberikan pengalaman berkesan,” tuturnya.

Jika semua rencana terealisasi, Mahallo Cafe diyakini akan menjadi salah satu daya tarik utama di Lombok Timur. Desa Loyok pun diproyeksikan menjadi destinasi wisata yang semakin diminati, baik oleh wisatawan domestik maupun internasional.

(Arul/PorosLombok)

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Bank NTb

TERBARU