(PorosLombok.com) Plt. Kepala Bidang P2HP Dinas Kelautan dan Perikanan Nusa Tenggara Barat, Karim Marasabessy, S.Pi., MM, memastikan ketersediaan ikan di daerah ini tetap aman meskipun memasuki musim paceklik atau ombak tinggi.
Menurut Karim, hampir 40 fasilitas penyimpanan ikan atau cold store yang tersebar di berbagai wilayah menjadi penopang utama pasokan. Keberadaan fasilitas ini menjaga stabilitas distribusi dan konsumsi ikan di NTB.
“Setiap minggu kita rapat terkait angka inflasi dan melaporkan kondisi ketersediaan ikan di cold store. Saat musim ikan, stok bisa mencapai 800 sampai 900 ton. Saat musim paceklik, ketersediaan maksimal sekitar 400 ton. Namun untuk konsumsi tetap aman,” ujarnya kepada PorosLombok, Jumat (15/08).
Ia menjelaskan, penurunan stok saat paceklik merupakan kondisi normal karena faktor alam, terutama tingginya gelombang yang mempengaruhi aktivitas nelayan. Meski demikian, pemerintah daerah sudah menyiapkan langkah antisipasi.
Salah satu bentuk dukungan adalah penyiapan pasokan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) program Pemerintah Pusat. Untuk ikan laut, stok disimpan di cold store milik perusahaan yang banyak berada di Lombok Timur, seperti Lautan Mas dan Ud Baura.
Sementara itu, untuk ikan air tawar, pasokan diambil dari Balai Benih Ikan milik pemerintah daerah yang tersebar di Kecamatan Lenek, Batu Kumbung, dan Lingsar. Dengan sistem ini, pasokan tidak hanya mengandalkan tangkapan laut.
Karim menegaskan, strategi ini sekaligus menjadi dukungan terhadap program peningkatan gizi masyarakat. Ketersediaan ikan yang terjaga akan mempermudah distribusi ke berbagai wilayah, termasuk daerah yang sulit dijangkau saat cuaca ekstrem.
Selain menjaga stok, Dinas Kelautan dan Perikanan NTB juga aktif mengampanyekan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Program ini dijalankan bersama penggerak PKK Provinsi NTB.
Data menunjukkan konsumsi ikan di NTB saat ini sebesar 58,39, sedikit di bawah rata-rata nasional yang berada di angka 58,79. Meski selisihnya hanya 0,5, Karim menilai dibutuhkan upaya besar untuk mengejarnya.
“Energi yang digerakkan untuk ini besar. Karena itu, kami menggaungkan kampanye Gemar Makan Ikan, termasuk pembinaan teknis pengolahan ikan, dengan menggandeng seluruh stakeholder terkait,” tutupnya.
(arul/PorosLombok)

















