LOTIM – Poroslombok.com | Setelah ditutup selama beberapa bulan akibat merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menjangkiti hewan ternak, kini pasar hewan Masbagik kembali dibuka.
Hari ini, Senin 19 September 2022 merupakan minggu ketiga dibukanya pasar hewan yang berada di lombok timur tersebut. Meski begitu, pihak otoritas setempat belum berani membuka secara penuh, atau hanya satu kali dalam satu pekan.
Kepala pasar hewan masbagik, Ismail Marzuki, mengatakan bahwa dibukanya kembali pasar hewan masbagik masih sebatas uji coba secara bertahap, serta memberlakukan SOP yang ketat.
Ia menuturkan, pada tahap pertama dibuka atau tepatnya pada tanggal 5 September lalu jumlah sapi yang masuk relatif masih kurang. Dari data yang bersumber dari counter/loket hanya 742 ekor sapi.
“Ya namanya kita uji coba buka pasar hewan ini kan masyarakat belum terlalu yakin lah dengan situasi ini. Makanya tahap pertama agak kurang,” tutur Ismail kepada poroslombok.com.
Pada Senin minggu kedua, lanjut dia, jumlah sapi yang masuk mulai bertambah yakni mencapai 956 ekor. Dan hari ini jumlah sapi masuk mengalami peningkatan yang signifikan, yakni mencapai 1.015 ekor sapi.
Meski antusiasme para pelaku usaha hewan ternak pengguna pasar kian meningkat, pihak pengelola melalui kepala pasar tetap memberikan imbauan bahwa pembukaan pasar masih tahap uji coba dan bertahap.
“Nah setelah minggu ketiga akan dievaluasi oleh dinas langsung selaku teknisnya, bagaimana perkembangan PMK setelah pasar dibuka,” terangnya.
Nantinya, sambung dia, jika tidak ada pengaruh apapun terhadap kesehatan hewan ternak sapi masyarakat, maka akan menjadi bahan pertimbangan pihak dinas dan satgas PMK untuk membuka pasar dua kali atau bahkan tiga kali dalam satu minggu.
Berdasarkan pantauan pihak pengelola pasar selama tiga kali tahap uji coba, praktis tidak ditemuakan pengaruh negatif terhadap kesehatan hewan ternak masyarakat, baik dilapangan (di kandang penampungan-red) maupun di pasar sendiri.
“Alhamdulillah setelah pasar kita buka bertahap belum ada pengaruhnya, hari pertama memang ada, tapi itu pun kita suruh balik. Terus hari kedua tidak ada dan hari ketiga tidak ada. Mudah-mudahan secepatnya kita bisa buka normal kembali, yakni tiga kali seminggu,” tandasnya.
Sementara itu, Mahdi, salah seorang saudagar asal Desa Pengadang Praya, Lombok Tengah saat dimintai tanggapannya atas dibukanya kembali pasar hewan masbagik mengaku senang, meskipun masih sepi pembeli.
Senada dengan Mahdi, salah seorang pengusaha sapi bernama Misban yang juga berasal dari Lombok Tengah mengaku bersyukur atas dibukanya pasar hewan tersebut. Sebab, perekonomian mereka sangat bergantung pada usaha hewan ternak.
Karnanya Misban berharap, agar pasar hewan bisa segera dibuka secara normal atau tiga kali dalam satu minggu, yakni hari senin, rabu dan hari jumat. Dengan begitu, mereka berharap perekonomian mereka bisa pulih kembali setelah terhenti selama beberapa bulan.
Sementara itu, Ikhsan, seorang pedagang kaki lima yang menjual minuman, rokok dan makanan ringan lainnya juga mengaku senang atas dibukanya kembali pasar hewan tersebut, meski omzet yang didapatnya masih minim.
“Ya seneng sih, karna kan mata pencaharian kita di sini. Karna kemarin selama ditutup kita ndak ada kerjaan, otomatis kita ndak ada pemasukan,” akunya.
Ikhsan menambahkan, pada saat sebelum PMK melanda, omzet bersih yang ia dapatkan sebesar 300-500 ribu dalam sehari. Namun pada tahap uji coba dibukanya pasar saat ini, dirinya hanya bisa mendapatkan 100-150 ribu per hari.
Meski demikian, dirinya tetap bersyukur karna yang terpenting dirinya sudah bisa berjualan lagi dan bisa menutupi kebutuhan sehari-hari. Selanjutnya dirinya berharap agar pasar hewan tersebut bisa segera normal kembali agar penghasilannya juga normal seperti sebelum adanya PMK.
(anas/pl)
















