Pasca Kunjungan Mentan RI di NTB, Anggota DPD RI H.Sukisman Sampaikan 24 Point Rekomendasi

MATARAM – PorosLombok.com | Pemprov NTB mendapatkan tantangan dari Pemerintah pusat sebagai lumbung pangan nasional, bukan lagi sebagai penyangga. Atas tantangan itu, anggota DPD RI Dapil NTB Ir. H. Achmad Sukisman Azmy, M.H memberikan dukungan agar Pemprov menyambut baik tantangan itu.

Tantangan tersebut dilontarkan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo saat berkunjung ke NTB di Lombok Barat dan Mataram pada Sabtu, 12 Agustus 2023 dalam rangka menghadapi el nino.

“Pak Mentan menantang NTB sebagai lumbung pangan nasional seperti 6 daerah lain di Indonesia harus disambut baik, agar perhatian pusat ke NTB bertambah besar,” kata Sukisman di Mataram, Senin (14/8/2023).

Ia menambahkan, potensi pertanian NTB sangat mendukung disamping tantangan juga besar sehingga permasalahan NTB dapat teratasi dengan baik. Berbagai masalah diantaranya adalah kelangkaan pupuk secara nasional supaya jadi perhatian, pusat air yang tidak merata bahkan 55 persen air kita langsung terbuang ke laut.

Jika air ini bisa didistribusikan dengan baik sebelum ke laut, sebut dia, tentu akan lebih baik. Untuk el nino, Sukisman berharap ada hujan buatan di tempat yang kering termasuk memperbanyak sumur bor dan dam-dam kecil untuk menampung air hujan sehingga dapat dimanfaatkan di musim kemarau.

“Kita berharap agar Pemerintah membuat sumur bor dan dam kecil, di samping dam besar yang lagi dibangun seperti dan meninting dan dam mujur,” sebut mantan ketua PWI NTB itu.

Selain itu, pria pemilik akronim ASA itu juga merekomendasikan beberapa hal yang perlu mendapat perhatian Pemprov dan Pusat, diantaranya adalah:

1. Asuransi untuk tanaman tembakau sangat dibutuhkan mengingat kualitas tembakau Lombok yang sangat bagus agar petani tidak rugi.
2. Penambahan areal tanaman bawang putih sebagai bibit nasional diperlukan mengingat arealnya masih luas di Sembalun dan pasarnya terbuka lebar.
3. Gudang untuk bawang putih untuk penyimpanan agar bisa bertahan dan ditanam di musimnya.

4. Penanaman lombok/cabai diperluas agar pasar dalam negeri stabil mengingat hanya 14 pengusaha nasional termasuk dari Suralaga Lombok.
5. Pupuk organik diberikan lisensi dari pemerintah pusat dan tidak dibatasi daerah edar mengingat pupuk kimia kurang.
6. Embung kecil dan sumur bos di daerah tadah hujan perlu diperbanyak agar musim tanam bertambah.

7. Penambahan debit air dan irigasi tersier dam pandanduri perlu dipikirkan agar lebih banyak lagi area yang dijangkau.
8. Perlu pengawasan ketat dari APH dan dinas terhadap supplier pupuk disaat musim tanam karena harganya melonjak tinggi hingga 5 kali lipat.
9. Pendistribusian puput sering tidak tepat karena beredar saat pupuk sudah tidak dibutuhkan atau tidak sesuai peruntukannya.

10. Pupuk subsidi sangat langka dan tidak sesuai dengan jumlah kebutuhan menyebabkan hasil panen kurang baik.
11. Pupuk NPK untuk perkebunan sulit didapat terutama menunjang tanaman prioritas seperti tembakau jagung kedelai kopi kakau kelapa dan lain-lain.
12. Rusaknya 9.000 hektar tanaman tembakau akibat banjir dan penyakit paras dari 35.000 hektar diharapkan dapat santunan untuk mengurangi kerugian petani.

13. Perlunya badan penyangga untuk membeli hasil pertanian yang melimpah agar tidak merusak harga pasar.
14. Permintaan pupuk dari daerah hanya 30 persen yang bisa diakomodir pusat sehingga kekurangannya perlu dicarikan solusi.
15. Kurangnya balai pelatihan untuk wiraswasta dan kurangnya penyuluh pertanian mempengaruhi hasil pertanian dan perkebunan minimal 1 desa 1 orang dan 2 orang di kecamatan.

16. Dukungan untuk buruh tani berperan mendukung petani menghasilkan hasil optimal. Karena nya pemerintah juga harus memperhatikan mereka.
17. Sekolah pertanian di daerah kurang mendapat perhatian kementrian disamping sulit diterima di pasar kerja.
18. Balai benih kalah bersaing dengan swasta untuk benih unggul karena faktor dana.

19. Batasan lahan pertanian yang terbatas di daerah perkotaan sebaiknya bisa ditukar di daerah lain dengan kompensasi yang jelas sehingga area pertanian tetap utuh dan bertambah.
20. Vanili dan sorgum NTB sudah over produksi sehingga perlu bantuan pemasaran pemerintah pusat.
21. Minimnya penghasilan honorarium membuat mereka kurang optimal untuk bekerja.

22. KUR untuk petani masih terkendala akibat agunan dan cek list BI
23. Musim kering saat ini membutuhkan perhatian pusat agar kemarau panjang tidak terjadi melalui teknologi.
24. Budidaya tanaman bawang merah dikembangkan lagi menjadi lumbung nasional dan lain-lain.

Editor: anas

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU