PBB Lotim Melesat Rp850 Juta, Kepala Desa Jadi Kunci

(PorosLombok.com) – Capaian pengumpulan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Lombok Timur terus menunjukkan tren positif. Dalam dua pekan pelaksanaan, Tim Optimalisasi Pajak Daerah (Opjar) berhasil mengumpulkan Rp850 juta.

Ketua Tim Opjar yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, Drs H.M. Juaini Taofik menyebut kunci utama keberhasilan tersebut adalah peran aktif para kepala desa.

“Ini menandakan dari waktu ke waktu progres Tim Opjar semakin bagus,” ujar Juaini, Selasa (22/7).

Menurutnya, kepala desa memiliki posisi strategis karena langsung bersentuhan dengan masyarakat. Mereka memahami situasi di lapangan dan tahu cara mendorong kesadaran warga agar taat pajak.

“Peran kepala desa sangat penting karena sebagai ujung tombak di akar rumput,” tegasnya.

Meski begitu, Juaini mengakui bahwa kendala di lapangan seperti ketidaksesuaian data wajib pajak atau SPPT masih kerap ditemukan.

“Itu hal biasa, dan akan kita perbaiki sambil jalan,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, pihaknya akan menggelar pertemuan bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan seluruh kepala desa untuk menyinkronkan data wajib pajak.

“Malah hari ini akan duduk bareng Bapenda dan semua kepala desa untuk sinkronisasi data wajib pajak,” ujarnya.

Juaini juga menyampaikan bahwa keterlibatan kepala desa bukan hanya mendorong capaian angka, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak.

“Dengan dukungan desa, kesadaran masyarakat untuk bayar pajak mulai meningkat,” ungkapnya.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan desa dapat terus dijaga agar seluruh program pembangunan yang bersumber dari pajak bisa berjalan optimal.

“Kalau penerimaan pajak baik, pembangunan juga bisa lebih merata. Kepala desa harus jadi motor penggerak di wilayah masing-masing,” tutupnya.

(arul/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU