PorosLombok.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) kembali menyoroti pengelolaan Gunung Rinjani.Senin (30/6)
Lewat rapat koordinasi yang digelar di Kantor Gubernur NTB, sejumlah persoalan dibongkar satu per satu.
Hadir dalam rakor itu perwakilan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Dinas Pariwisata Lombok Timur dan Lombok Utara, Basarnas, hingga komunitas pemandu wisata.
Tak main-main, delapan poin krusial langsung masuk daftar evaluasi. Mulai dari persoalan SOP pendakian, asuransi, lisensi guide, hingga minimnya alat keselamatan di jalur pendakian.
“Banyak hal yang harus dibenahi. Kita ingin keselamatan dan kenyamanan pendaki jadi prioritas,” tegas Plh Sekda NTB, Lalu Moh. Fauzal kepada PorosLombok.
Dia menyebut, pemprov juga tengah menyusun kerja sama dengan Kedutaan Besar Brazil. Tujuannya jelas: peningkatan kapasitas SDM di sektor penyelamatan dan pendampingan pendaki.
“Kami ingin ada pelatihan teknis. Brazil siap bantu lewat Yuliana Institut,” kata Fauzal.
Namun, fakta mengejutkan ikut mencuat dalam rapat ini. Dari sekitar 600 guide aktif di Rinjani, lebih dari separuh belum memiliki sertifikat resmi.
“Ini harus jadi perhatian bersama. Sertifikasi itu bukan sekadar formalitas, tapi menyangkut profesionalisme dan keselamatan,” ujarnya tegas.
Pihak TNGR pun diminta untuk meninjau ulang SOP yang selama ini diterapkan. Pemprov menilai, penyesuaian diperlukan agar sejalan dengan dinamika dan kondisi lapangan.
“Kami minta TNGR evaluasi ulang SOP-nya. Kalau perlu direvisi, mari kita bahas bersama,” ujar Fauzal.
Masukan juga datang dari kalangan guide. Mereka meminta agar pendaki pemula tak langsung diarahkan ke jalur Rinjani. Alasannya, medan Rinjani dinilai terlalu berat bagi pendaki yang belum berpengalaman.
“Sebaiknya pemula diarahkan ke jalur lain yang lebih ringan. Jangan sampai hanya karena ingin naik Rinjani, nyawa jadi taruhannya,” ujar salah satu guide dalam forum.
Usulan tersebut akan dijadikan bahan pertimbangan dalam pembahasan kebijakan teknis ke depan. Pemprov memastikan, aspek keselamatan akan tetap menjadi prioritas.
(arul/PorosLombok)



















