Pemprov NTB Matangkan Rencana Museum Tematik, Masuk RPJMD 2025–2029

(PorosLombok.com) — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai mematangkan rencana pembangunan museum tematik sebagai program strategis lima tahun ke depan.

Program ini disiapkan masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.

Museum tematik ini diharapkan menjadi pusat kebudayaan yang hidup dan relevan dengan perkembangan zaman. Tidak sekadar jadi ruang pajang, museum nantinya akan berfungsi sebagai pusat edukasi dan riset.

Tim Percepatan Pemprov NTB, Chairul Mahsul menyampaikan, konsep museum tematik telah dituangkan dalam kegiatan strategis pemerintah dan sudah disertifikasi sebagai arah pembangunan konkret.

“Konsep di kegiatan strategi itu disertifikasi museum. Itu kan bahasa konkret untuk pembangunan museum tematik dalam RPJMD. Ini amat penting untuk RPJMD lima tahun ke depan,” kata Chairul saat Focus Group Discussion (FGD) pembentukan museum tematik di Museum NTB, Senin (4/8).

Chairul menjelaskan, gagasan ini berangkat dari pengalaman Gubernur NTB saat melakukan kunjungan ke luar negeri. Di sana, museum menjadi destinasi utama, tidak hanya sebagai tempat wisata, tapi juga pusat riset budaya.

“Pak Gubernur ingin kehadiran museum dalam lima tahun ini. Karena beliau melihat di luar negeri, museum jadi pusat riset, pusat belajar budaya, dan tempat mengenalkan produk kebudayaan,” jelasnya.

Museum tematik yang dirancang tak hanya akan memamerkan benda bersejarah, tetapi juga menyediakan ruang pembelajaran yang dapat diakses semua kalangan, mulai pelajar hingga peneliti.

“Dia jadi pusat edukasi dan riset. Jadi orang tak lagi kesulitan mencari bahan riset dan pembelajaran, baik untuk anak sekolah maupun peneliti nasional dan lokal,” ujarnya.

Pemprov tidak akan membangun dari nol. Bangunan eks kantor OPD yang telah dimerger akan dimanfaatkan sebagai lokasi museum. Langkah ini dinilai lebih efisien dan sesuai dengan konsep tematik yang fleksibel.

“Namanya tematik, pasti sesuai temanya. Jadi tidak perlu bangun baru. Beberapa bekas kantor yang dimerger bisa dimanfaatkan dengan cepat,” tegas Chairul.

Penyusunan konten museum akan melibatkan banyak pihak, mulai dari Dewan Kebudayaan Daerah, akademisi, seniman, budayawan hingga komunitas lokal. Semua disesuaikan dengan tema museum yang akan dibentuk.

“Kalau kita bangun museum gunung api, tentu harus libatkan ahli geologi. Jadi semua tergantung tema yang diusung,” terangnya.

Pemerintah menargetkan dua hingga tiga museum tematik bisa direalisasikan tahun ini. Tema awal yang tengah digodok antara lain museum lontar, manuskrip kuno, dan tenun khas NTB.

“Kita berharap paling tidak dua sampai tiga museum bisa dimulai tahun ini. Yang penting, temanya punya akar budaya yang kuat,” tambahnya.

Pengelolaan museum akan menjadi tanggung jawab Dinas Kebudayaan NTB yang baru terbentuk tahun ini dan sudah masuk dalam struktur APBD.

“Dinas Kebudayaan sudah lahir, sudah masuk APBD, dan menjadi OPD baru,” tutupnya.

(Redaksi/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU