Penting, Dinkes Lotim Dorong Optimalisasi Pemanfaatan Promkes di 35 Puskesmas

LOTIM – PorosLombok.com | Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Timur mendorong optimalisasi kegiatan promosi kesehatan (promkes) yang ada di 35 Puskesmas yang tersebar di 21 kecamatan di daerah ini.

Hal itu melihat begitu pentingnya promkes sebagai lembaga pelayanan kesehatan yang berinteraksi langsung dengan tingkatan masyarakat.

“Kehadiran aktivitas promosi kesehatan (Promkes) di Puskesmas merupakan bagian dari program pemerintah dibawah kementrian kesehatan langsung,” kata Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, Dr. Fathurrahman di Selong, Rabu (21/6/23) kemarin.

Saat ini, imbuh dia, semua puskesmas memiliki tenaga Promkes dan program-programnya sudah ada. Karenanya, pada tahun ini pihaknya telah mendorong pengoptimalan kerja promkes.

Bahkan, kata dia, strategi pengoptimalan Promkes sudah dimulai dua tahun belakang, dengan mencoba menggandeng peran media untuk mensosialisasikan Promkes itu ke masyarakat.

“Itu yang saat ini di kabupaten kami lakukan, dan itu memang trobosan kita sekarang untuk mengoptimalkan Promkes itu,” tegasnya.

Dia menjelaskan, saat ini di 35 puskesmas sudah berjalan program dari Promkes yang ada, namun diakuinya pula gaungnya masih sangat kurang.

Ia menggarisbawahi, suksesnya kerja Promkes di Puskesmas terlihat jika suskesnya program-program yang ada di terima masyarakat, baik di tingkat remaja, lansia, hingga dengan balita.

“Jadi temen temen di puskesmas seperti yang sering saya sampaikan dibeberapa pertemuan, kita harus terus melakukan edukasi kesehatan kepada masyarakat, baik itu kepada sasaran lansia, remaja, hingga dengan balita,” katanya.

Promkes dinilai penting, dikarenakan tenaga Promkes ini bisa masuk di semua program.

Nantinya model sosialisasi yang diterapkan itu disesuaikan dengan audiens yang ada, dan itu disesuaikan dengan program prioritas masing-masing puskesmas.

Menurutnya, promkes ini penting untuk diketahui masyarakat, karena satu tindakan bisa dilakukan, atau perubahan prilaku bisa dilakukan manakala seseorang memiliki pengetahuan dan sikap. Maka pengetahuan dulu baru bersikap, sebelum kemudian melakukan tindakan, noulit.

“Dan lagi Promkes ini sebagai jalan untuk melayani, bukan hanya di puskesmas saja kita melayani masyarakat, tapi juga di luar puskesmas,” demikian Pathurrahman.

(PL/yami)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU