LOTIM – PorosLombok.com | Dinas Sosial Lombok Timur bekerja sama dengan BPJS melaksanakan bimbingan teknis (Bimtek) pemanfaatan Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS – NG).
Bimtek yang dilaksanakan di ruang rapat utama (Rupatama) II kantor Bupati pada Selasa (20/6/23) itu melibatkan semua Operator Teknis Desa se-Lombok Timur.
Kepala Dinas Sosial Lombok Timur, H.Suroto memaparkan, bahwa hingga saat ini dari jumlah penduduk Lotim sebanyak 1.369.917 jiwa, yang sudah memiliki JKN -KIS Kartu BPJS Aktif sebanyak 906.634 jiwa.
“Jika dihitung melalui persentase, maka minat masyarakat terhadap layanan JKN -KIS Kartu BPJS sudah mencapai 66,18 persen,” ungkapnya.
Sementara jumlah penduduk yang sudah masuk DTKS, kata dia, sebanyak 971.337 jiwa atau 377.520 KK. Namun ada sebanyak 123.512 jiwa yang datanya harus dilakukan perbaikan Adminduk di Dinas Dukcapil Lotim.
“Mengingat DTKS merupakan syarat utama untuk dapat mengakses segala bentuk Bansos Pemerintah seperti PKH, BPNT, BLT, BBM, KIP, KIS dan yang lainnya”, terangnya.
Kegiatan Bimtek Operator Desa tersebut akan berlangsung selama tiga hari, yakni mulai dari hari Selasa 20 Juni hingga Kamis 22 Juni 2023.
H.Suroto dalam pemaparannya menyampaikan, koordinasi dan kolaborasi semua pihak dibutuhkan dalam memahamkan warga masyarakat akan pentingnya DTKS. Sehingga jangkauan pelayanan kesehatan bisa dirasakan secara luas oleh masyarakat Lotim.
“Semua masyarakat miskin harus mendapatkan haknya sesuai aturan yang ada”, tegasnya.
Ia meminta kepada semua Operator Teknis Desa yang mengikuti Bimtek agar meningkatkan pelayanan sosial kepada masyarakat. Pria yang pernah menjabat Kepala Dinas Kesehatan Lotim ini juga menyampaikan, bahwa keselamatan masyarakat adalah poin yang utama.
Apabila masyarakat bersangkutan belum memiliki BPJS ataupun JKN, maka diminta koordinasi semua pihak untuk di carikan solusi atau jalan keluarnya.
“Utamakan keselamatan dulu, surat-suratnya kan bisa menyusul, yang penting berusaha dan ada yang mau bertanggung jawab. Kalau tidak ada, kita carikan solusi bagaimana caranya. Karena ini menyangkut nyawa.” Tambahnya.
Terakhir, ia berpesan kepada semua Operator Desa selaku peserta Bimtek agar benar-benar bekerja sesuai tugas dan fungsinya dan memberlakukan semua masyarakat sama tanpa pilih kasih, guna membantu kesehatan masyarakat.
” Saya berharap semua pelayanan Opdes sama sesuai Tupoksinya”, pintanya.
Editor: anas















