PorosLombok.com – Bupati Lombok Tengah H Lalu Fathul Bahri angkat suara menanggapi polemik yang mencuat di kawasan Pantai Ekas, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur.
Ia mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kondusivitas dan tidak gampang tersulut isu yang berseliweran di media sosial.
Pernyataan itu disampaikan Bupati Fathul saat memimpin apel pagi bersama jajaran ASN Pemkab Lombok Tengah, melansir Laman resmi Humas Pemkab Lombok Tengah Jumat (20/6).
Menurutnya, polemik yang tengah berkembang harus disikapi dengan kepala dingin dan penuh kebijaksanaan.
“Ada persoalan sosial yang viral di media sosial. Saya minta kita semua menyikapinya secara arif. Jangan diperpanjang, apalagi sampai dipolitisasi. Bisa jadi itu muncul karena suasana emosional,” ujarnya.
Fathul menekankan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara masyarakat Lombok Tengah dan Lombok Timur yang selama ini telah hidup berdampingan tanpa sekat.
“Pedagang dari Lombok Timur di Pasar Jelojok itu sekitar 70 persen. Apakah pernah kita batasi? Tidak. Karena kita ini satu rumpun, satu keluarga di Pulau Lombok,” tegasnya.
Ia juga menyinggung soal pengelolaan pantai dan laut yang menurutnya merupakan milik negara, bukan milik pribadi atau kelompok tertentu.
“Laut itu milik negara, bukan milik siapa-siapa. Semua warga punya hak yang sama untuk mengakses dan memanfaatkannya secara adil.” tandasnya.
“Kalau ada yang keliru, mari kita luruskan dengan cara yang santun. Jangan saling menyalahkan, jangan memperkeruh suasana,” tambahnya lagi.
Ia pun menutup arahannya dengan pesan damai, sembari meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi.
“Mungkin ada yang khilaf bicara, itu manusiawi. Tapi jangan dijadikan bara yang bisa membakar persaudaraan. Mari kita saling memaafkan dan jaga keharmonisan antarwarga Lombok,” pungkasnya.
(Redaksi/PorosLombok)
















