Lotim, PorosLombok.com | Pasca ambruknya atap bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 4 Loyok Kecamatan Sikur, Pj Bupati Lombok Timur HM Juaini Taofik direktifkan Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk membangun tenda darurat untuk menunjang proses kegiatan belajar mengajar (KBM).
Penyerahan tenda darurat tersebut diterima langsung oleh Kepala Unit Pelaksana Dinas (UPTD) Dikbud Sikur, bertempat di SDN 4 Loyok, pada selasa (09/01).
Kepala UPTD Dikbud Sikur, Karyatul Aini, S.Pd menyampaikan terima kasihnya kepada PJ Bupati Lombok Timur, yang begitu cepat merespon pengaduan yang disampaikan oleh para guru, walaupun hanya sebatas tenda darurat namun sangat berharga bagi para siswa apalagi di tengah cuaca yang tak menentu saat ini.
“Alhamdulillah ada bantuan tenda darurat, besok lusa akan dilakukan pemasangan, setidaknya anak-anak bisa belajar lebih nyaman dari pada mereka belajar di lapangan takutnya nanti hujan,”ucapnya
Dijelaskannya, tahun ini SDN 4 Loyok akan menjadi prioritas mendapatkan rehap yang bersumber dari dana Alokasi Khusus (DAK) 2024, karena mengingat kondisi bangunan yang cukup parah dan sangat mengkhawatirkan sehingga harus segara dilakukan pemugaran.
“Pemerintah Daerah (PJ Bupati-red), sudah menyampaikan pada 2024 SDN 4 Loyok akan tertangani,’ jelasnya.
Lebih jauh dikatakannya, bahwa Kondisi SDN 4 Loyok seperti ini sejak 2017 yang lalu, puncaknya ketika gempa 2018 sampai hari ini, padahal sudah sering kali diusulkan namun belum ada tindakan sama sekali, sehingga terpaksa para siswa harus belajar di lapangan dan di teras sekolah.
“alhamdulillah PJ Bupati kita yang sekarang sangat responsif, dan sangat perduli terhadap permasalahan pendidikan khususnya di Kabupaten Lombok Timur,” akunya.
Ia berharap dengan adanya tenda darurat ini, dapat memberikan semangat bagi para siswa untuk terus belajar, dan bagi para guru jangan patah semangat mendidik para siswa, yang jelas ia pastikan Proses KBM harus tetap berjalan seperti biasa.
“Jangan karena hal ini proses belajar mengajar terhenti, biar bagaimanapun anak-anak harus mendapatkan haknya,” pungkasnya.
(Arul/Poroslombok).















