PorosLombok.com | LOTIM –
Terkait adanya informasi yang beredar bahwa Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) akan dikembalikan kembali penyalurannya melalui Bank Himbara, masih belum ada nomenklatur terkait hal tersebut.
PLT Kepala Dinas sosial Ahyan, SKM saat dikonfirmasi PorosLombok diruang kerjanya menyampaikan, bahwa pihak Dinas Sosial belum berani membenarkan hal tersebut, mengingat sampai saat ini, belum ada edaran ataupun surat resmi dari kementrian.
“Intinya kami secara birokrasi, sesuatu itu, harus ada bentuk fisiknya secara tertulis, kalau masih katanya, kami belum berani membenarkan,” ucap ahyan Selasa (07/06)
Untuk penyaluran bulan Juni kata Ahyan pihak Dinsos belum mengetahui sistemnya, karena sampai saat ini belum ada surat tertulis dari kementerian. dan ia menegaskan sampai saat ini pihak Dinas sosial masih berpedoman pada surat Edaran yang menunjuk PT. Pos Indonesia sebagai penyalur BPNT.
“Namun nanti jika ada surat edaran yang menunjukkan ke Bank Himbara maka kami akan langsung mengarahkan para KPM kesana,” ujarnya.
Lebih jauh, Ahyan mengakui bahwa PT.Pos Indonesia memang cara penyalurannya cukup rapi, karena ketika penyaluran bantuan kepada KPM, dibarengi dengan Validasi data dan dokumentasi, sehingga kata dia PT. Pos Indonesia berani memberikan rekomendasi kepada kementrian terkait layak atau sudah tidak layaknya KPM diberikan bantuan.
“Bukan saya membandingkan PT. Pos Indonesia dengan Himbara ya, cuma menjelaskan cara kerjanya saja,” tandasnya.
Sehingga sambungnya, dampak dari penyaluran melalui PT. Pos Indonesia para pedagang-pedagang di desa semua dapat merasakannya, karena para Kelompok Penerima Manfaat (KPM) dibebaskan untuk membeli komoditi dimana saja, Tentu hal ini juga akan membangkitkan perekonomian masyarakat.
“Dan kami dari Dinas Sosial tidak mempunyai kewenangan mengarahkan para KPM untuk berbelanja disalah satu warung manapun,” jelasnya.
Ahyan berharap para KPM bisa membelanjakan uang bantuannya di warung-warung setempat, agar roda perekonomian dibawah bisa berjalan, karena hal ini juga sebagai upaya bersama membangkitkan ekonomi pasca Pandemi Covid-19.
(Arul / PorosLombok)
















