PorosLombok.com, LOTIM-
Sampah merupakan, salah satu masalah klasik yang sering dikeluhkan oleh sebagian besar masyarakat, di Kabupaten Lombok Timur sendiri, masalah sampah ini masih belum bisa diatasi secara optimal. bahkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB sudah mengupayakan melalui Program Zero Waste, namun itupun belum berhasil.
Dari pantauan poroslombok hal serupa tejadi di desa Padamara, Kecamatan Sukamulia Lotim, terlihat sampah berserakan di sepanjang jalan jurusan Rumbuk Padamara, akibatnya para pengguna jalan terganggu saat melintasi jalur tersebut.
“Ketika kita melintas jalan ini, banyak sampah di tengah jalan yang terbawa air saat hujan, jadi kita harus pelan-pelan saat berkendara,” ucap rani salah satu pengguna jalan saat dikonfirmasi poroslombok, Kamis (06/10)
Menanggapi hal tersebut Kepala Desa Padamara Lalu Mukti Ali mengatakan, bahwa pihaknya telah berupaya menyelesaikan masalah ini semaksimal mungkin, baik melalui koordinasi dengan masyarakat maupun pihak kecamatan, bahkan ia mengaku sudah menyampaikannya kepada Pemerintah daerah.
“Setiap ada Musrenbang di kecamatan, itu saja yang saya sampaikan sejak pertama duduk jadi Kades, tapi sampai saat ini kami tidak tau apa yang menjadi kendala, sehingga belum ada respon dari pihak terkait,”ungkapnya.
Dijelaskannya, bahwa dari pihak Pemdes sendiri sudah memprogramkan terkait sampah dan sudah berjalan, akan tetapi program tersebut menurutnya kurang maksimal, sehingga masalah ini belum bisa diselesaikan.
“Semoga Pemda segera mengutus Pihak terkait, untuk membantu menyelesaikan permasalahan ini, karena kami di desa tidak bisa menangani ini sendirian,” harapnya.
Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Lotim dr. H.Hasbi Santoso, saat di konfirmasi menyampaikan bahwa pihaknya belum mengetahui tentang hal tersebut, maka dari itu, dirinya akan menurunkan Timnya untuk memeriksanya.
“Nanti kami akan coba koordinasi dengan desa, terkait tentang hal ini, apalagi ini musim penghujan tentu akan rawan penularan DBD,” ucapnya.
Ia juga berharap ada kesadaran dari masyarakat, untuk membuang sampah pada tempatnya, karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa ada dukungan dari Masyarakat setempat.
“Walaupun kita sudah bersihkan semuanya kalau masyarakat tetap saja membuang sampah kan percuma, jadi mari kita jaga bersama-sama karena sampah juga sumber dari penyakit,” ucapnya
Sementara itu Gubernur NTB Dr Zulkiflimansyah saat dikonfirmasi via telpon terkait program Zero Waste mengatakan bahwa, Program ini tetap di ikhtiarkan dan berjalan, namun tentu semua itu tidak sempurna butuh proses agar program ini bisa optimal.
“Tentu kita prihatin ya, tapi kita tidak boleh menyerah, ada program zero waste saja masih berat apalagi nggak ada,”kata pria yang akra dipaggio Bang Zul ini.
Untuk mensukseskan program ini sambungnya, harus tetap diadakan edukasi dan sosialisasi sambil terus mengusahakan hadirnya pabrik pengolahan sampah di NTB sehingga Zero Waste bisa terwujud.
(Arul/PorosLombok)
















