Lombok Timur. Poroslombok – Anggota DPD RI Ir. H. Achmad Sukisman Azmy, M.Hum atau yang lebih dikenal dengan sebutan ASA melakukan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Aula Lesehan Purnama Masbagik yang dihadiri oleh ibu – ibu perwakilan dari beberapa kecamatan yang ada di Lombok Timur.
Dalam kesempatan tersebut, ASA menyampaikan Empat Pilar MPR RI yakni, mensosialisasikan Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI kepada masyarakat, sebagai upaya untuk menyampaikan nilai-nilai dalam berbangsa dan bernegara.
ASA kemudian menjelaskan, sosialisasi empat pilar setelah masa reformasi, pelajaran tentang Pancasila, kewarganegaraan dan sebagainya sudah mulai berkurang bahkan tidak diajarkan, sehingga timbul kekhawatiran khususnya bagi anak-anak sebagai generasi penerus tidak lagi mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia karena tidak di berikan dasar sasar.
“Kami dari DPD RI hanya 11 orang yang didaulat menjadi anggota badan sosialisasi, selain di Lombok, saya juga keliling ke seluruh Indonesia untuk menyampaikan bagaimana pentingnya sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan terutama kepada anak-anak kita,” terangnya
ASA melanjutkan, sebagai orang tua, kita juga harus berperan untuk mengenalkan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika kepada anak-anak, karena melalui pehamaman dan implementasi Empat Pilar Kebangsaan masa kini anak-anak bisa terjaga dan harapan masa depan cerahnya tercipta.
ASA menegaskan, pentingnya menjaga Empat Pilar Kebangsaan agar generasi muda nantinya mampu mewarisi bangsa dan negara yang besar ini, melihat bahwa generasi mudalah yang kelak menjadi pemimpin untuk bangsa ini.
Indonesia ini sangat luas terdiri dari 17.504 pulau sesuai dengan hasil satelit terbaru, ada yang sudah punya nama, ada yang belum punya nama. Ada yang sudah berpenghuni ada juga belum berpenghuni. Sementara luas laut Indonesia lebih dari 3 juta kilometer, luas darat 1,6 juta kilometer, selain itu di indonesia ada 635 suku, dengan 344 bahasa.
“Indonesia ini sangat luas sehingga banyak sekali negara-negara lain yang ingin menguasai Indonesia, inilah kekhawatiran kita kepada anak-anak kita kalau kita tidak berikan mereka wawasan kebangsaan,” terang ASA.
Menurut ASA yang paling membangggakan tentunya Indonesia yang begitu luas, namun bisa bersatu. Ini merupkan berkat perjuangan dari para pemuda-pemuda zaman dulu.
“Patut masyarakat bersyukur dan salut dengan pemuda, Indonesia ini kalau tidak ada pemuda mungkin belum merdeka,” jelas ASA.
Tahun 1908 mulai muncul organisasi organisai kepemudaan, kemudian 1928 mulailah terbentuk yang lebih besar lagi, dan salah satu momentum 1928 dikenal ada sumpah pemuda. Dari sumpah pemuda itulah bangsa Indonesia dari beraneka suku bangsa menyatakan kesiapan untuk sama sama menjadi satu Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Karena Sumpah Pemuda ini adalah momentum mulainya bersatu bangsa ini, oleh karena itu tidak bisa dilupakan sumpah pemuda. Dengan adanya sumpah pemuda ini semangat ingin merdeka itu muncul dan itu diawali oleh anak-anak muda.
“Kita berharap anak-anak muda kita sekarang yang akan membalik sejarah sehingga indonesia menjadi lebih jaya, kenapa karena peluangnya sangat besar dan anak-anak muda kita ini sangat banyak” terang ASA.
ASA pun berandai jika anak-anak muda ini semuanya beraktifitas dengan baik maka Negara Kesatuan Republik Indonesia ini akan menjadi negara maju, karena perkiraannya tahun 2035 Indonesia ini akan masuk menjadi 7 negara besar di dunia.
“Mudah-mudahan dengan sosialisasi Empat Pilar ini kita kembali membaca dan membuka sebagai wawasan untuk diajarkan bagi anak-anak kita sebagai penerus generasi bangsa,” tutupnya. (Mr)














