(PorosLombok.com) – Staf Khusus Bupati Lombok Timur Bidang Investasi dan Hubungan Internasional, Ustaz Zamroni, menggandeng dua ulama asal Makkah untuk meninjau pembangunan Masjid Al Walidain di Dusun Tanak Renteng, Desa Pringgabaya. Jumat (8/8).
Kunjungan tersebut juga membahas rencana pembangunan fasilitas pendidikan dan sosial tanpa membebani APBD.
Dua ulama itu adalah Syekh Yahya Al-Mihwari dan Syekh Fawwaz Assuudi. Keduanya datang melalui Al Ummah Foundation Indonesia, yayasan yang dipimpin langsung oleh Ustaz Zamroni dan telah membangun lima puluh masjid di Lombok Timur.
Ustaz Zamroni mengatakan, kunjungan para syekh ini membawa misi besar membantu pembangunan sarana ibadah dan pendidikan di Lombok Timur. Bantuan yang diberikan mencakup pembangunan masjid, musholla, hingga ruang kelas pondok pesantren.
“Kami memaksimalkan potensi hubungan internasional yang terjalin agar investor luar negeri bisa masuk membantu pembangunan Lombok Timur. Ini tidak membebani APBD, tapi justru memperkuat pendidikan, sosial, dan dakwah,” ujar Zamroni.
Menurutnya, koneksi internasional yang dibangun ini akan membantu program Dinas Sosial maupun BAZNAS Lombok Timur. Bahkan, ia mengaku tengah menjajaki kerja sama dengan BAZNAS luar negeri untuk memperluas manfaat bantuan.
“Kami ingin sinergi ini meluas. Tidak hanya pembangunan masjid dan sekolah, tapi juga beasiswa luar negeri untuk mahasiswa Lombok Timur, semua tanpa menggunakan dana APBD,” jelasnya.
Ustaz Zamroni menambahkan, program ini memanfaatkan dana CSR perusahaan besar di luar negeri, sehingga Lombok Timur dapat berkembang tanpa ketergantungan pada anggaran daerah.
“Syekh Yahya dan Syekh Fawwaz sangat antusias. Mereka akan mengabarkan potensi Lombok Timur kepada jaringan mereka di Arab Saudi agar mau berinvestasi di sini,” tambah Zamroni.
Selain meninjau Masjid Al Walidain, kedua syekh juga diajak mengunjungi kawasan wisata Gunung Rinjani di Sembalun. Mereka menginap di kawasan tersebut untuk melihat langsung keindahan alam dan potensi investasi di sektor pariwisata.
Kunjungan ini juga dimanfaatkan untuk berdiskusi dengan tokoh masyarakat setempat terkait kebutuhan prioritas warga. Hasil pertemuan tersebut akan menjadi bahan bagi para syekh dalam menentukan jenis bantuan yang akan diberikan.
Para investor dan donatur dari Timur Tengah diharapkan tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga ikut dalam program investasi pariwisata di Lombok Timur.
“Kami sedang mengusahakan pembangunan Islamic Center, masjid terbesar di NTB, yang akan berdiri di Lombok Timur. Ini sekaligus untuk memperkuat wisata religi di daerah kami,” kata Zamroni.
Ia menegaskan kunjungan ini menjadi bukti bahwa hubungan internasional yang baik dapat membawa manfaat nyata, baik untuk pembangunan fisik maupun sektor lainnya di Lombok Timur.
(arul/PorosLombok)

















