(PorosLombok.com) – Tim Optimalisasi Penagihan Pajak Bumi dan Bangunan (Opjar PBB) Lombok Timur langsung tancap gas di hari pertama kerja, Tunggakan pajak sebesar Rp39 juta berhasil dikumpulkan hanya dalam satu hari.Senin (7/7).
Tim yang dikomandoi langsung oleh Sekda Lotim Drs. H.M. Juaini Taofik ini mulai bergerak serentak di seluruh kecamatan. Strategi yang diterapkan pun langsung membuahkan hasil di hari perdana.
“Saya atas nama sekda Lotim mengapresiasi hasil ini dan langsung meng-update kepada penanggung jawab, yakni Pak Bupati,” ujar Juaini kepada PorosLombok.
Juaini menyebut keberhasilan ini tak lepas dari pola pendekatan yang digunakan tim di lapangan. Para petugas tidak sekadar menagih, tetapi juga menyelesaikan permasalahan SPPT dan mengedukasi warga dengan pendekatan humanis.
“Pendekatan humanis dan sistem pembayaran non tunai serta penyelesaian masalah SPPT menjadi jurus ampuhnya,” tegasnya.
Menurut dia, pola pembayaran non tunai yang diterapkan sangat membantu mempercepat proses pelunasan. Warga juga merespons baik pendekatan santun yang digunakan petugas.
Juaini mengungkapkan, hasil kerja tim itu langsung dilaporkan kepada Bupati Lombok Timur. Laporan itu disambut positif, bahkan Bupati memberikan instruksi khusus kepada tim.
“Beliau berpesan tetap jaga kesehatan dan kekompakan,” kata Juaini.
Dia menegaskan, meskipun capaian awal sudah cukup menggembirakan, dirinya tetap akan melakukan pengawasan ketat atas seluruh proses yang berjalan.
“Saya sebagai ketua tim tetap akan melakukan monitoring dan evaluasi per minggu kepada 315 personel ASN yang terlibat di 21 kecamatan,” tandasnya.
Tim Opjar PBB Lotim akan terus bergerak setiap hari dengan target menekan tunggakan PBB secara signifikan. Hari pertama sudah menjadi bukti bahwa strategi yang digunakan efektif dan diterima masyarakat.
(Arul/PorosLombok)















