(PorosLombok.com)— Isu travel warning yang ramai diberitakan tidak serta-merta membuat wisatawan enggan datang ke Lombok Timur. Pemerintah daerah menegaskan pariwisata tetap berjalan normal, bahkan kunjungan turis mancanegara disebut masih stabil.
Staf Khusus Bupati Lombok Timur bidang Pariwisata, Ahmad Roji, memastikan situasi di daerahnya aman. Ia menilai kabar soal peringatan perjalanan tidak perlu dibesar-besarkan.
“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan soal travel warning itu. Lombok Timur masih kondusif, aman dan nyaman untuk wisatawan,” kata Ahmad Roji, Kamis (4/8).
Menurutnya, aksi unjuk rasa yang marak di berbagai daerah Indonesia sepekan terakhir tidak berdampak signifikan terhadap sektor pariwisata. Justru, kata dia, sejumlah wisatawan asing menilai hal itu sebagai tanda baik.
“Justru wisatawan dari Barat melihat positif. Mereka senang rakyat kita kritis terhadap pejabat yang dianggap membahayakan masa depan dan investasi,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Oji ini juga mengingatkan agar wisatawan tetap menjaga kondusivitas selama berada di Lombok Timur. Pemerintah daerah, sambungnya, selalu siap memberikan rasa aman bagi setiap tamu yang berkunjung.
“Intinya, Lombok Timur masih aman. Wisatawan tidak perlu khawatir,” tegasnya.
Meski demikian, isu travel warning tetap menjadi perhatian di level nasional. Sejumlah negara sahabat sudah meminta warganya lebih berhati-hati ketika bepergian ke Indonesia.
Sebelumnya, Britania Raya, Kanada, dan Amerika Serikat dilaporkan telah mengeluarkan imbauan perjalanan tersebut. Langkah ini diambil setelah merebaknya gelombang aksi unjuk rasa di sejumlah wilayah, termasuk Nusa Tenggara Barat.
(arul/PorosLombok)













