Keindahan “Kokok Gending” Dirampas oleh Tangan-tangan Serakah

LOTIM, POROSLOMBOK –

langit begitu tampak cerah dengan ditemani secangkir kopi hangat, lalu Arya Karma Tokoh pemuda Desa Loyok Kecamatan Sikur Lombok Timur terlihat begitu tenang duduk didepan rumahnya sambil memandang lingkungan sekitar.

Namun sayang pandangannya tiba-tiba berubah drastis ketika matanya tertuju kearah “Kokoq Gending” (Sungai-red) depan rumahnya yang sudah tak terlihat lagi batu-batu krikil dan ikan kecil yang biasa bermain riang gembira didalamnya

Sebelumnya “Kokok Gending” ini dulunya sungai yang jernih dengan berbagai keindahan alami yang begitu banyak dimanfaatkan oleh Masyarakat sekitar, bahkan tak jarang dijadikan waterpark oleh anak-anak untuk mengisi liburan

“Kami biasanya mandi, mencuci baju dan sebagainya di sungai ini akan tetapi sejak adanya tambang Galian-C membuat sungai ini tercemar dan tidak bisa dimanfaatkan lagi oleh masyarakat sekitar,”terang lalu arya karma kepada poroslombok sabtu (08/01)

Berbagai upaya sudah dilakukan oleh masyarakat untuk menormalisasi sungai ini akan tetapi selalu kandas karena izin tambang sampai saat ini belum juga bisa dihentikan.

Sekarang keadaan sungai ini tampak begitu rimbun ditumbuhi berbagai macam tumbuhan yang berwarna-warni serta begitu banyak binatang melata yang hidup sehingga masyarakat takut untuk mendekati sungai tersebut.

Tak jarang tercium bau menyengat ketika angin berhembus mengitarinya, disebabkan tumpukan bekas pempers, pembalut dan Plastik yang mulai berserakan karena masyarakat memanfaatkannya sebagai Tempat Pembuangan Ahir Sampah (TPA).

Di musim hujan yang terus mengguyur menjadi momok yang menakutkan karena hal ini akan memicu berkembangbiaknya virus dan nyamuk yang membahayakan kesehatan warga sekitar.

Pemerintah Desa sudah berupaya melakukan membersihaan pinggiran sungai dari baksos sampai memasang Papan Pengumuman akan tetapi hal ini belum juga maksimal.

“Ya karena selama ini Desa tidak membuatkan masyarakat TPA sehingga mau tidak mau warga membuang sampah di sunga,” ujar lalu Arya

Masyarakat berharap sungai ini suatu bisa jernih kembali ditengah pengerusakan alam yang terus di lakukan oleh tangan kotor manusia serakah yang hanya mengambil untung tanpa meperdulikan dampaknya bagi lingkungan sekitar.

“Harapan kita semoga ada perhatian dari Pemerintah, untuk mengembalikan ekosistem sungai ini,”tutupnya

(Arul/ Poroslombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU