Paozan, Perajin Besi Berusaha Keluar Dari Badai Pandemi

LOTIM | POROSLOMBOK –

Diteras berukuran empat kali empat meter dengan beratapkan asbes tak bisa sepenuhnya menghalau panasnya terik matahari yang begitu menyengat, namun tak membuat paozan (35) tahun pengerajin besi warga Desa Pringga Jurang, Kecamatan Montong gading, Lotim putus semangat.

Berbagai macam produk dihasilkan oleh Faozan melalui tangan telatennya merangkai beberapa potongan besi menjadi sebuah karya yang indah, seperti trali jendela rumah, rak piring, dan lain-lain.

Foto, Faozan Saat memasang spandek Milik Warga

Pandemi yang melanda 2020 yang lalu tidak membuatnya harus menyerah walaupun pesanannya mulai berkurang, hal ini memaksa Faozan harus berfikir lebih keras lagi agar produk hasil karyanya ini bisa tetap laku terjual. “Sebenarnya kalau kita mau berusaha dan memutar otak insyaallah dimasa Pandemi ini kita bisa menghasilkan uang, intinya kita mau bekerja itu saja,” ucap Faozan kepada Poroslombok Sabtu (25/02)

Sebelum Pandemi ini, Faozan bisa meraup keuntungan hingga jutaan perminggunya, mengingat waktu itu pesanan ramai bahkan ia sampai kewalahan menanganinya. Kini berbagai macam strategi pemasaran dilakukan Faozan agar produk-produknya tetap bisa laku, baik dengan merubah sistem pemasaran, bahkan sampai rela banting harga hingga Lima Puluh persen. Walaupun, omzet yang didapatkan hanya puluhan ribu dalam satu itemnya.

Selang beberapa bulan strategi bisnis yang diterapkan berbuah manis, walaupun dimasa sulit sekarang ini masyarakat mulai tertarik membeli produk-produknya. Dengan harga yang sedikit murah namun tentu bukan murahan, keuntungan sedikit akan tetapi pesanan banyak sehingga akan membuat omzetnya otomatis akan bertambah.”Kalau masalah Rizky itu tidak ada dampaknya di Pandemi ini karena tuhan yang mengatur,”ucap Faozan sambil sesekali meminum kopi buatan istrinya.

Dengan tekat yang kuat dan dibarengi dengan ikhtiar yang maksimal membuat usahanya kini semakin berkembang. Dari hari kehari efek pandemi semakin menghilang, tentu ini merupakan sebuah capaian yang sangat luar biasa dimasa sekarang ini, sehingga belenggu Pandemi yang panjang ini mulai berlahan-lahan terlepas dari usaha Faozan.

Dalam hal ini bukan masalah untung ataupun rugi, akan tetapi keberlangsungan usahanya yang paling utama. Sehingga kedepannya usaha yang ia jalankan tetap berjalan walaupun terpaan badai Pandemi tak kunjung usai.

“Dimana ada kemauan disitu ada jalan” pribahasa ini menggambarkan perjuangan Faozan dalam mengembangkan usahanya dimasa pandemi, yang begitu panjang bukan alasan baginya untuk berhenti berusaha, karena didalam rumah masih banyak orang-orang tercintanya menunggu hasil keringatnya.

(Arul / Poroslombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU