Meningkat ketaatan pada Allah. Semakin tinggi semangat ibadah dan semakin mengharapkan apa yang ada di sisi Allah. Shalat tidak puas dengan yang wajib, tapi dilengkapi dengan berbagai sunnah, seperti rawatib, qiyamullail, dluha, tilawah Alqur’an dzikir dll.
Meningkat kesabarannya. Akan lebih merasakan ketenangan disaat menghadapi persoalan. Mudah meredam dan mengendalikan perasaan dalam berbagai gejolak. Susah maupun senang, marah ataupun gembira.
Meningkat kepedulian dan rasa kasih sayang dengan sesama. Mudah menolong dan memaafkan, serta memaklumi orang lain dengan berbagai kekurangan dengan tidak mengesampingkan amar ma’ruf dan nahi munkar. Mempunyai rasa kebersamaan lebih luas, terutama sesama muslim. Dan,
Meningkat rasa takut pada Allah, sehingga tidak memandang kecilnya dosa, tapi selalu ingat betapa mulianya zat yang akan didurhakai dengan sebuah perbuatan dosa. Perasaan semacam ini tentu akan menjadi benteng yang dapat memperkecil peluang berbuat dosa atau bersalah. Sehingga tumbuhlah kehati-hatian dalam bertindak karena lekat dengan pengawasan Allah swt.
Semua itu adala ciri-ciri orang yang beriman dan bertaqwa yang banyak disebut di dalam Al-qur’an. Antara lain:
Bukanlah kebaikan dengan memalingkan wajahmu ke Timur dan ke Barat. Akan tetapi kebaikan adalah bila beriman kepada Allah, hari akhir, kitab dan para nabi. Dan memberikan harta yang dicintainya kepada karib kerabat, anak anak yatin dan para miskin, orang yang diperjalanan dan para peminta serta memerdekakan budak.
Menunaikan zakat, memenuhi janji bila berjanji. Orang yang sabar dalam kemelaratan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa. [Surat Al-Baqarah. 177] ()
















