LOTIM – PorosLombok.com | Dinas Kesehatan (Dinkes) Lombok Timur bekerjasama dengan ILUNI FK UI 1998 dan IDI Lombok Timur menggelar acara penyuluhan “Pencegahan dan deteksi dini 3 kanker terbanyak di Indonesia, kanker payudara, serviks dan paru” dalam rangka Dies Natalis FK UI ke-73 yang berlangsung di balroom kantor bupati Lombok Timur, Sabtu (19/8/2023).
Salah satu narasumber dari ILUNI Universitas Indonesia Prof Dr. dr. Agus Dwi Susanto, SPP (K).,FISR.,FAPSR, yang saat ini selaku ketua perhimpunan dokter paru seluruh Indonesia menegaskan bahwa, rokok menjadi salah satu penyebab utama kanker.
Disebabkan itu, dirinya menyarankan agar masyarakat sebisa mungkin untuk mengurangi kebiasaan yang menurut dia tidak saja membahayakan bagi diri sendiri ( perokok ), tetapi juga bagi lingkungan dan keluarga.
“Kita harus bisa mendidik mulai dari yang muda, jangan yang muda-muda diajari merokok. Kalo yang sudah terlanjur, kalo mau dibantu harus berhenti. Itu strateginya,” tekannya.
Namun, kata dia, proporsi yang bisa berhenti merokok hanya 10 – 30 % saja. Karena itu dirinya pun membagikan tretment agar kebiasaan di bulan ramadhan supaya dapat dilanjutkan.
Ditanya soal pendapat banyak orang yang mempersepsikan bahwa rokok yang berbahan herbal dapat menjadi obat, dirinya menegaskan bahwa pendapat tersebut tidaklah tepat, karena jika mekanismenya menggunakan pembakaran maka hal itu tetap saja membahayakan bagi kesehatan.
“Jadi ada kandungan karsinogen dari hasil yang dibakar. Bahan karsinogen itu bisa muncul dari konten bahannya. Vape itu tidak mengandung tar, tapi mengandung karsinogen dari pembakaran,” jelasnya.
Berdasarkan data statistik, papar dia, orang yang tidak merokok atau berhenti merokok, suvive life / masa tahan hidupnya 10 tahun lebih panjang daripada yang merokok.
“Itu sudah ada risetnya di seluruh dunia. Jadi kalo bicara merokok tidak merokom mati iya, tapi waktunya lebih panjang yang tidak merokok,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, Dr. Fathurrahman, SKM.,M.AP, menyampaukan, bahwa 3 kanker terbanyak di Indonesia adalah kanker serviks dan kanker payudara pada perempuan, dan kanker paru pada laki-laki. Pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan deteksi dini disertai pola hidup sehat.
“Upaya yang perlu dilakukan untuk mencegah kanker ini adalah dengan melakukan deteksi dini dan berperilku hidup bersih dan sehat,” kata Fathurrahman yang dikonfirmasi awak media sesaat sebelum acara dimulai.
Kaitannya dengan itu, lanjut dia, maka Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga kesehatan (nakes) merupakan indikator yang paling pokok / segmen yang paling penting untuk terus ditingkatkan kemampuannya baik pengetahuannya (knowledge), skillnya, dan keterampilannya terkait dengan kanker untuk bisa melakukan deteksi dini.
Dikatakannya, ilmu kedokteran/kesehatan merupakan disiplin ilmu yang sangat dinamis, terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Karenanya kemampuan para nakes perlu terus di upgrade/ refress dan ditingkatkan.
“Nah saya melihat di Lombok Timur ini nakes-nakes kita di Puskesmas dalam melakukan screaning, itu harus refress kemampuannya. Supaya dia bisa menentukan dengan cepat, oo ini harus segera dirujuk dan lain sebagainya,” katanya.
Lantaran itulah Fathurrahman memandang bahwa acara penyuluhan terkait kanker yang dilaksanakan di Lombok Timur hari ini, sangatlah penting dan perlu untuk dilaksanakan.
Dia menekankan, agar tenaga nakes yang ada di daerah ini tidak cepat merasa puas dan merasa cukup dengan kemampuan yang dimilikinya, namun harus terus merefress pengetahuannya. Sebab, ilmu kedokteran terus berkembang mengikuti hasil penelitian.
Berdasarkan data yang ada di Rumah Sakit Umum dr. Raden Soedjono Selong, diketahui pada tahun 2020 September – Desember ada 22 kasus kanker payudara dan 8 kasus kanker rahim. Pada tahun 2021 Januari – Desember ada 93 kasus kanker payudara dan 17 kasus kanker rahim.
Selanjutnya pada tahun 2022, Januari – Desember ada 103 kasus kanker payudara dan 9 kasus kanker rahim. Sedangkan pada tahun 2023, Januari – Juli ada 57 kasus kanker payudara dan 8 kasus kanker rahim.
Disampaikan lebih lanjut, Dinas Kesehatan Lombok Timur dibawah kepemimpinan Fathurrahman telah melakukan berbagai upaya melalui Puskesmas, yakni kegiatan pemeriksaan kanker leher rahim dan kanker payudara.
Tercatat periode Januari – Juli 2023, telah dilakukan pemeriksaan kanker leher rahim sebanyak 61.351, dan ditemukan sebanyak 58 positif kanker leher rahim. Pada periode yang sama yakni Januari – Juli 2023, juga telah dilakukan pemeriksaan kanker payudara 65.361 dan didapatkan sebanyak 13 positif kanker payudara.
Dengan demikian, menurut dia, kegiatan penyuluhan 3 kanker terbanyak di Indonesia yang dilaksanakan di Lombok Timur hari ini, sangatlah tepat. Disampaikannya juga, bahwa Pemkab Lombok Timur sudah menjalin kerjasama dengan Universitas Indonesia sejak 2019 lalu.
“Saat itu, kerjasama lebih kita arahkan dalam ikhtiar Pemkab Lombok Timur dalam melakukan pengendalian stunting dan riset-riset. Kerjasama ini terus berkembang dan berjalan hingga saat ini,” demikian Fathurrahman.
(Anas – PL)
















