PorosLombok.com – Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin meninjau langsung bangunan Lombok Hospital di Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya, yang sudah berhenti beroperasi selama dua tahun terakhir pada Rabu (8/4/2026).
Langkah ini diambil setelah Yayasan Dewan Masyarakat Sehat (DMS) berniat menyerahkan pengelolaan aset tersebut kepada pemerintah daerah. Pemkab berencana menghidupkan kembali fasilitas medis tersebut guna menjamin hak dasar kesehatan warga sekitar.
“Kondisinya memang sangat menyayangkan, sayang sekali kalau sampai kita tidak berdayakan untuk kepentingan publik,” ujar Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin.
Haerul Warisin menegaskan bahwa masyarakat di lima desa besar sangat mendambakan kehadiran layanan kesehatan yang lebih dekat dengan pemukiman. Lokasi bangunan dianggap sangat strategis untuk menopang beban pelayanan medis di wilayah utara.
Rumah sakit yang berdiri di atas lahan milik pemerintah seluas 75 are tersebut awalnya dibangun menggunakan anggaran sekitar Rp5 miliar. Namun, pengoperasian fasilitas ini mendadak vakum total sehingga banyak sarana yang kini tidak terurus.
“Kalau betul mau menyerahkan kepada Pemda Lombok Timur, harus diacarakan secara resmi melalui mekanisme hukum,” jelasnya.
Proses Administrasi Hibah dan Optimalisasi Layanan Kesehatan Desa
Bupati mewajibkan pelibatan tokoh agama, kepala desa, serta camat dalam proses serah terima agar memiliki legitimasi sosial yang kuat. Transparansi administrasi menjadi syarat mutlak sebelum aset tersebut sah menjadi tanggung jawab eksekutif.
Pemerintah daerah memproyeksikan pengalihan fungsi bangunan menjadi Puskesmas guna mempercepat jangkauan pelayanan dasar bagi penduduk setempat. Skema ini dinilai lebih efektif dibandingkan memaksakan operasional rumah sakit swasta yang tersendat.
“Alangkah baiknya supaya Lombok Hospital yang saat ini masih vakum kami serahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Daerah,” kata Ketua Yayasan DMS, Dedi Supriadi.
Dedi Supriadi memaparkan bahwa terhentinya operasional dipicu oleh wafatnya donatur utama dari Plock Foundation Holland beberapa waktu lalu. Kondisi finansial yayasan tidak lagi mampu menopang biaya operasional tanpa dukungan mitra luar negeri.
Penyerahan aset secara utuh dianggap sebagai jalan keluar terbaik agar bangunan tersebut tidak hancur dimakan usia. Pihak yayasan berharap pemerintah segera memproses hibah agar pelayanan medis di Apitaik bisa berdenyut kembali dalam waktu dekat.
“Semua dilakukan agar gedung ini bisa segera difungsikan kembali untuk melayani kebutuhan kesehatan masyarakat kita,” pungkasnya.*
















Sudah sy duga sejak 5 th yg lalu.. suatu saat pasti akan di serahkan ke Pemda.. karena pengelola tidak akan mampu menjalankan operasional RS