close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Exclusive Content:

Tiga Terduga Pelaku Persetubuhan Terhadap 2 Orang Anak Di Bawah Umur Berhasil Diamankan

Lombok Tengah, PorosLombok.com - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres...

Bang Mack dan AMJ akan Berikan Perhatian Khusus untuk Sektor Pertanian dan Kelautan

Lombok Timur, PorosLombok com - Pelaksanaan pemilihan kepala daerah...

Membangun Pendidikan di Lombok Timur, Salah satu kontribusi Anggota DPR RI HM Syamsul Luthfi

Lombok Timur, PorosLombok.com.| Kiprah HM Syamsul Luthfi sebagai anggota...

Meski Sudah di Vaksin, Raihun Himbau Aparatur Tetap Patuhi Prokes

Lombok Timur. POROSLOMBOK – Salah satu upaya pemerintah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 yaitu dengan melakukan Vaksinasi Covid-19. Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 ini sudah mulai di lakukan di seluruh wilayah Indonesia.

Di kecamatan Montong Gading sendiri pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 terhadap pejabat pelayanan publik sudah mencapai 80 persen.

Hal ini disampaikan Kepala Puskesmas Montong Betok, Raihun, S.T. saat dikonfirmasi di ruang kerjanya pada Selasa ( 23/03/2021).

Baca Juga :  dr. M. Hairul Umam : Masyarakat tidak Perlu Takut Dengan Vaksin

Dijelaskannya, untuk penyuntikan vaksinasi gelombang pertama adalah Nakes atau tenaga kesehatan.

Selanjutnya untuk vaksinasi gelombang ke dua adalah pelayan publik mulai dari camat, Kapolsek, Danposramil, Kanit UPT Dikbud dan jajarannya, semua kepala sekolah SD, SMP, SMA dan Sederat, dan staf , UPTB KB, Poskeswan, Kantor Urusan Agama (KUA).

Untuk guru sendiri jelas Raihun karena ketersediaan Vaksin terbatas, pada tahap awal yang melakukan Vaksin hanya Kepala Sekolah dan guru yang berumur di atas 50 tahun.

Baca Juga :  2 Tahun Terbaring Tak Punya Biaya Berobat, Warga Miskin Asal Sembalun Dibantu Manajemen RSUD Selong

“tetapi sekarang semua guru dan staf yang ada di kecamatan Montong Gading akan melakukan Vaksin” terangnya.

Lanjut Raihun sasaran vaksinasi Covid-19 selanjutnya adalah masyarakat umum.

Raihun menghimbau aparatur yang sudah melaksanakan vaksinasi harus tetap melaksanakan protokol kesehatan. Karena untuk penyuntikan vaksin yang pertama itu tubuh masih belum punya kekebalan dan dua minggu kemudian dilakukan penyuntikan kedua. Sesudah 28 hari itu baru timbul kekebalan.

Baca Juga :  Vaksinasi Covid-19 di Lotim sudah Mulai

“Itupun bukan berarti kebal terhadap Virus Covid-19, tetap kita harus jalankan protokol kesehatan karena masih ada kasus tertular Covid-19 meskipun sudah divaksin” tutupnya.
(Mr)

TERPOPULER

advertisement

spot_img
Berita terbaru