BUMDes Desa Wanasaba Lauk Siap Menyongsong 2021 Sebagai Penyalur BPNT

0
395

Lotim, POROSLOMBOK – Kebijakan Bupati Lombok Timur untuk mendorong BUMDes sebagai supplier Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) mendapat banyak dukungan dari berbagai pihak. Pasalnya, Bantuan Sosial Pangan (BSP) tersebut selama ini menjadi sumber kekisruhan antar berbagai pihak.

Diawal, sudah ditetapkan ada 20 BUMDes yang terpilih menjadi pilot project (Proyek Percontohan) dalam masa transisi peralihan pengelolaan Bantuan Pangan bagi masyarakat miskin ini, salah satunya adalah BUMDes Desa Wanasaba Lauk.

“Ya kita sangat bersyukur dan sangat-sangat mendukung kebijakan Bapak Bupati yang telah mempercayakan BUMDes untuk mengelola BPNT ini,”ucap Lalu Hardiansyah, Kepala Desa Wanasaba Lauk saat dihubungi oleh media poroslombok melalui telepon, minggu (20/12).

Kepala Desa yang sudah menjabat dua priode ini juga menyebut, terpilihnya BUMDes Wanasaba Lauk serta dana hibah sebesar Rp.50 juta rupiah dari pemerintah daerah tersebut merupakan kebijakan yang sangat pro rakyat. Karnanya, dia sangat mengapresiasi dan mendukung penuh kebijakan tersebut.

Kedepan, pria yang akrab disapa Miq Ros tersebut berharap, dengan adanya kebijakan tersebut akan dimanfaatkan untuk membantu seluruh masyarakat pedagang yang ada di desanya. Mulai dari pengusaha beras hingga pedagang pentol bakso keliling.

Baca Juga :  Kisruh PAM SIMAS dan Sumur Bor, BPD Montong Betok Gelar Audiensi

“Kita berharap nantinya kita bisa membantu permodalan kepada masyarakat yang berjualan. Seperti dagang sayuran,dagang bakso,dagang pentol keliling dan yang lainnya dari hasil pengelolaan BPNT tersebut,”harapnya optimis.

Sementara itu Ketua Bumdes Wanasaba Lauk, Muhamad Mawardi, saat disambangi oleh media ini sedang tidak berada ditempat, menurut keterangan masyarakat sekitar bahwa BUMDes tersebut memang tidak buka/tutup setiap hari sabtu dan minggu.

Media ini kemudian memutuskan untuk menghubungi yang bersangkutan melalui telepon yang didapat dari warga sekitar. Mawardi, saat dimintai tanggapannya terkait terpilihnya BUMDes yang ia kelola sebagai pilot project pengelolaan BPNT juga mengaku senang serta mendukung kebijakan tersebut.

Mawardi awalnya terkejut ketika dirinya mendengar bahwa BUMDesnya terpilih sebagai pilot project pengelolaan BPNT. Ia kemudian mencoba memaparkan beberapa pasilitas yang dimiliki oleh BUMDes yang ia kelola.

Baca Juga :  Bupati Sukiman Ungkapkan Nilai Sadaqah

“Sejak dulu sudah aktif sih Bumdes ini. karna kita punya PAMDes,ada UKM nya,ada jasa jahitnya juga,ada KSM pengelolaan sampah organik dan non organik, dan yang terakhir kita juga menyewakan Hand traktor karna Bumdes juga punya satu Hand traktor,”paparnya.

Masih menurut mawardi, bahwa Bumdes Wanasaba Lauk juga merupakan satu dari tiga Bumdes yang ada di Kecamatan Wanasaba yang terdaftar sampai ke pusat karna masuk kriteria Bumdes yang aktif. Dua diantaranya yakni Bumdes Beriri Jarak, dan Bumdes Bebidas.

Terkait persiapan untuk menyongsong program tersebut, mawardi mengaku bahwa dirinya sudah melakukan komunikasi aktif dengan pihak-pihak terkait yakni dengan TKSK,Pendamping PKH,Agen BRIlink, dan masyarakat Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Selain dengan yang saya sebutkan diatas, saya juga sudah melakukan proses pendataan kepada UKM yang ada. Kalo untuk komoditi beras, kebetulan disini ada dua KUD, salah satunya adalah UD.Karya nyata yang merupakan KUD terbaik nasional. Untuk komoditi beras insyaallah kita melimpah disini, bahkan bisa dibawa keluar juga,”imbuhnya.

Baca Juga :  Bupati Lotim Bersama Tim Kemensos dan Anggota Komisi VIII DPR RI Serahkan Bantuan Sosial

Sementara untuk komoditi lain, masih kata Mawardi, seperti sayur-sayuran dan kacang-kacangan juga cukup tersedia diwilayah kecamatan wanasaba, terkecuali untuk komoditi daging menurutnya ada kemungkinan untuk didatangkan dari luar.

Selanjutnya mawardi menjelaskan, kedepan dirinya akan bersinergi dan berkolaborasi dengan Bumdes-bumdes lain yang ada diwilayah kecamatan wanasaba. Menurut dia, inisiatif untuk merangkul Bumdes lain dirasa penting sebagai prinsip bagi-bagi rejeki.

“Kita tunggu saja nanti mekanismenya seperti apa, bisa saja nanti ada yang bagian pengelola keuangan, ada yang jadi tukang distribusi dan lain sebagainya,”ucap dia.

Terakhir, Mawardi berucap bahwa pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi unsut 6T sesuai dengan arahan yang ada pada Pedoman Umum (PEDUM). Karnanya ia berjanji akan terus belajar dan berdiskusi serta bersinergi dengan TKSK,Pendamping,dan para Agen demi hasil yang maksimal.

“Intinya kita bersyukur dan insyaallah kita siap menyongsong dan menjalankan amanah kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah kepada kami,”pungkasnya. (ns)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini