(PorosLombok.com) – Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menginstruksikan jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk mengoptimalkan langkah taktis dalam percepatan perbaikan infrastruktur jalan guna menjamin kelancaran aksesibilitas masyarakat.
”Kalau hanya 50 meter, kenapa tidak UPT saja yang bekerja? Carikan payung hukumnya, saya bilang,” tegasnya.Senin kemarin (20/01/2026).
Langkah ini diambil karena Bupati menilai sangat tidak efisien jika titik kerusakan yang hanya puluhan meter harus menunggu siklus lelang tahun anggaran berikutnya yang memakan waktu lama.
”Ada payung hukumnya, kata Pak Kadis yang sudah berpengalaman di sana,” katanya.
Penanganan darurat melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) dianggap jauh lebih masuk akal dan cepat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat ketimbang harus mencari pemborong baru untuk volume pekerjaan yang terbatas.
”Ada data itu, yang sedang disiapkan sekitar 2 kilo di Sambelia. Ada kerusakan hanya 50 meter. Nah, kerusakan 50 meter ini, masa kita harus menunggu tahun depan?” cetusnya.
Sebagai upaya penguatan infrastruktur, Pemkab Lombok Timur juga berencana menambah jangkauan layanan dengan menyediakan fasilitas UPT jalan yang lebih dekat dengan titik rawan di tingkat kecamatan.
”Tahun ini ditambah satu, Pak, wilayah di Pringgabaya. Kita fasilitas UPT-nya di sana,” jelasnya.
Selain fokus pada perbaikan skala kecil, perhatian pemerintah daerah saat ini tertuju pada pemanfaatan sisa anggaran sebesar Rp29 Miliar yang dialokasikan dari pemerintah pusat.
”Mengenai percepatan itu, kan ada sisa 29 Miliar yang ditetapkan pemerintah pusat. Itu sudah saya diskusikan dengan Beliau,” katanya.
Dana puluhan miliar tersebut dipastikan akan disebar untuk mengakomodasi berbagai usulan pembangunan yang datang dari tingkat bawah agar seluruh akses transportasi warga kembali lancar.
”Mana yang proposal Pak Kepala Desa, proposal Pak Camat, dan keluhan masyarakat mengenai jalan-jalan yang tidak jalan itu, itu kita selesaikan dengan sisa yang 29 Miliar tersebut,” pungkasnya.
(arul/PorosLombok)















