Desa Loyok Mantap Pilih Ketahanan Pangan Nabati, Bumdes Siap Diberdayakan

(PorosLombok.com) – Pemerintah Desa Loyok, Kecamatan Sikur, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) khusus yang memfokuskan agenda pada penguatan ketahanan pangan. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Desa Loyok pada Kamis (31/07).

Ketua BPD Desa Loyok, Kamhar, S.Pd., menjelaskan bahwa forum Musdes membahas empat agenda utama. Seluruhnya diarahkan untuk memperkuat kemandirian desa dan memaksimalkan Dana Desa.

“Ada empat poin yang kami bahas. Mulai dari penetapan tim penyusun RKKPES 2026, hingga analisa usaha Bumdes dalam pengelolaan ketahanan pangan dari alokasi 20 persen Dana Desa,” ujar Kamhar.

Selain itu, Musdes juga membahas indeks status desa dan tema ketahanan pangan tahun 2025. Dalam forum tersebut, muncul dua opsi utama yang dipertimbangkan secara matang, yakni tema ketahanan pangan hewani dan nabati.

Kamhar menyebutkan bahwa diskusi berlangsung cukup alot sebelum akhirnya seluruh peserta sepakat memilih tema nabati.

“Pilihan ini didasarkan pada pertimbangan efektivitas pengelolaan. Bumdes dinilai lebih siap menangani sektor nabati,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Desa Loyok saat ini telah mencapai status Desa Mandiri dengan skor indeks 83, berdasarkan pemaparan dari pendamping desa. Hal ini menjadi dasar kuat untuk melanjutkan program berbasis ketahanan pangan.

“Indeks status desa kita sudah masuk kategori mandiri. Ini jadi modal besar bagi kita untuk terus berbenah,” katanya.

Sebagai pelaksana program, Bumdes mendapat mandat penuh untuk mengelola ketahanan pangan nabati. Namun, Kamhar menegaskan bahwa pengawasan tetap akan dijalankan secara ketat.

“Kami sudah bentuk tim pengawas Bumdes berjumlah tiga orang. Tapi pengawasan tetap dilakukan oleh BPD bersama pemerintah desa,” tegas Kamhar.

Ia berharap tema ketahanan pangan nabati ini benar-benar menjadi solusi nyata bagi kebutuhan pangan masyarakat, sekaligus mengangkat kemandirian ekonomi Desa Loyok.

Musdes tersebut dihadiri oleh Kepala Desa, perangkat desa, Babinsa, Polmas, pendamping desa, PKK, Karang Taruna, serta unsur masyarakat lainnya seperti pemuda dan KPM.

(erwin/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU