Desa Seruni Mumbul Meriahkan HUT ke-14 dengan Karnaval Adat dan Lomba Sampan

Lombok Timur, PorosLombok.com – Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 dengan penuh semarak pada Rabu (1/1).

Beragam kegiatan budaya dan tradisional menjadi suguhan utama, mulai dari lomba balap sampan ketinting, atraksi perisean, hingga karnaval adat Sasak dengan tembolak merah yang menjadi ciri khas. Kegiatan ini diikuti sekitar 400 peserta dari berbagai dusun, menambah semarak suasana.

Kepala Desa Seruni Mumbul, Tajuddin MS, mengatakan, perayaan tahun ini juga diramaikan dengan ritual budaya khas desa yang disebut Dende Seruni. Meski persiapan belum maksimal, ia optimistis tradisi ini akan terus berkembang.

“Ke depan, kami berencana melibatkan lebih banyak tokoh di Lombok Timur untuk menggali lebih dalam sejarah Desa Seruni Mumbul, agar tradisi ini menjadi ikon kebanggaan bersama,” ujarnya.

Ritual Dende Seruni dipercaya memiliki akar sejarah yang erat dengan legenda lokal, yakni kisah Dinda Seruni dan Datu Mumbul pada masa kerajaan. Selain melestarikan budaya, ritual ini juga bertujuan mempererat tali silaturahmi antar warga.

Dari sekian banyak kegiatan, lomba balap sampan ketinting menjadi daya tarik utama. Selama empat hari, 20 sampan berlaga di perairan desa untuk memperebutkan gelar juara. Pada babak final, lomba ini melibatkan 28 pemimpin tradisional desa, menjadikannya tidak hanya sekadar kompetisi, tetapi juga simbol kebersamaan dan solidaritas.

“Kami ingin lomba ini menjadi sarana mempererat hubungan antar warga sekaligus meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan,” kata Tajuddin.

Meski puncak acara bertepatan dengan Tahun Baru, Tajuddin menegaskan bahwa perayaan ini bukan untuk merayakan pergantian tahun.

“Ini murni untuk merayakan HUT desa. Kebetulan saja bertepatan dengan Tahun Baru. Harapannya, kegiatan seperti ini terus berlanjut setiap tahun,” tambahnya.

Perayaan HUT Desa Seruni Mumbul menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya menjaga budaya dan kearifan lokal. Dengan mengangkat tradisi seperti Dende Seruni dan lomba balap sampan, desa ini berupaya mempertahankan identitas budaya masyarakat Sasak di tengah arus modernisasi.

(Arul/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Bank NTb

TERBARU