(Lombok Timur, PorosLombok.com) – Desa Montong Betok di Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur, siap menjadi sorotan akhir pekan ini. Pada Minggu, 13 Oktober 2024, desa ini akan menyelenggarakan Gawe Desa “Selamet Reban”, sebuah acara yang dirancang untuk merayakan dan melestarikan warisan budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Ketua Panitia Acara, Saroan, menyebutkan bahwa Gawe Desa “Selamet Reban” adalah langkah strategis untuk memperkuat nilai spiritual dan budaya di desa tersebut. “Desa kami telah lama dikenal sebagai desa budaya, dan inilah saat yang tepat untuk menghidupkan kembali tradisi yang sempat terabaikan,” ujarnya dengan penuh semangat, Sabtu (12/10).
Acara ini juga menjadi bentuk penghormatan kepada para leluhur yang telah berkontribusi dalam mendirikan Desa Montong Betok. “Ini adalah cara kami untuk mengenang jasa para pendiri desa, sekaligus memohon keselamatan dan keberkahan bagi seluruh warga,” tambah Saroan, menekankan pentingnya tradisi dalam kehidupan masyarakat.
Otak air di Dusun Solong dipilih sebagai lokasi acara karena makna historis dan emosionalnya bagi warga. Sebelum acara dimulai, warga akan berkumpul di pemakaman umum desa sebagai tradisi untuk menghormati leluhur dan memohon keberkahan.
Saroan juga berharap bahwa Gawe Desa “Selamet Reban” dapat mempererat hubungan antar warga desa. “Silaturahmi adalah elemen penting dalam kehidupan bermasyarakat. Acara ini menjadi wadah untuk memperkuat tali persaudaraan di antara kita,” ungkapnya, menunjukkan semangat kebersamaan yang tinggi.
Antusiasme warga menjelang acara semakin meningkat. Persiapan dilakukan secara gotong royong, mencerminkan semangat kekeluargaan yang kental di desa. “Kami semua sangat bersemangat menyambut acara ini. Ini adalah kesempatan bagi kami untuk menyatu dan merayakan kebudayaan kita,” tutur salah satu warga desa.
Acara ini tidak hanya ditujukan untuk warga desa, tetapi juga diharapkan dapat menarik perhatian wisatawan lokal dan mancanegara, sehingga bisa memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. “Kami berharap Gawe Desa “Selamet Reban” dapat menjadi magnet bagi wisatawan yang ingin menyaksikan keunikan budaya dan tradisi kami,” paparnya.
Berbagai kegiatan menarik akan disajikan selama acara, mulai dari pertunjukan seni tradisional hingga berbagai ritual adat. Momen ini menjadi kesempatan bagi warga untuk menunjukkan kekayaan budaya yang mereka miliki dan menarik minat pengunjung.
Dengan persiapan yang matang dan antusiasme tinggi, Gawe Desa “Selamet Reban” diharapkan menjadi acara yang tidak hanya meriah, tetapi juga berkesan, meninggalkan jejak kuat dalam upaya pelestarian budaya di Desa Montong Betok. Semua orang menantikan hari besar ini dengan penuh harapan dan kebahagiaan.
(Arul/PorosLombok)














