PorosLombok.com — Lembaga sosial Himayatul Yatama Pancor kembali menebar kebermanfaatan dengan menyalurkan paket santunan bagi puluhan anak yatim di wilayah Kecamatan Selong. Penyerahan bantuan berlangsung khidmat di Musholla Nurul Huda Lauk Masjid pada Selasa (19/03/2026).
Penyaluran donasi ini menyasar sedikitnya 49 anak yatim yang berdomisili di Kelurahan Pancor guna menyambut hari kemenangan. Panitia memberikan bantuan berupa kebutuhan pokok dan dana pendidikan tunai untuk meringankan beban ekonomi keluarga penerima.
“Kita salurkan masing-masing 15 kilogram beras dan uang tunai dengan nilai yang bervariasi bagi setiap anak,” ujar Ketua Pengurus Himayatul Yatama Ustadz Jumaidi.
Jumaidi menjelaskan bahwa khusus bagi santri yang akan melanjutkan jenjang SMA, lembaga memberikan tambahan dana segar senilai 7 juta rupiah. Alokasi dana jumbo tersebut bertujuan untuk menebus keperluan sekolah mulai dari seragam hingga sepatu baru.
“Ini menjadi modal penting bagi mereka untuk membeli kebutuhan sekolah seperti pakaian dan perlengkapan lainnya,” katanya.
Aksi filantropi ini memiliki sejarah panjang karena warga telah merintis gerakan peduli tersebut sejak tahun 1985 silam. Awalnya, relawan hanya membagikan nasi bungkus setiap hari Jumat sebelum akhirnya berkembang menjadi donasi pangan dan uang.
Transparansi Dana Swadaya Masyarakat
Petugas mengambil kaleng yang warga gantung di depan rumah setiap pekan guna mengumpulkan donasi beras maupun uang tunai. Sistem ini terbukti efektif meningkatkan partisipasi publik dalam menyisihkan sebagian harta mereka secara konsisten bagi anak yatim.
“Masyarakat sekarang merasa butuh dengan keberadaan anak yatim sehingga dukungan terus beralih dalam bentuk dana tunai,” ujarnya.
Gerakan akar rumput ini akhirnya bertransformasi menjadi lembaga resmi pada tahun 2004 di bawah kepemimpinan Bupati Ali BD. Manajemen baru kemudian menerapkan sistem pengelolaan dana yang jauh lebih terbuka untuk menjaga integritas organisasi di mata publik.
Pengurus menempelkan laporan keuangan di setiap gang rumah warga sebagai bentuk pertanggungjawaban publik yang transparan dan akuntabel. Langkah tersebut memastikan setiap rupiah yang masuk dari donatur terkelola dengan baik dan tepat sasaran.
“Keterbukaan informasi ini memicu lonjakan kepercayaan donatur hingga total dana yang terkumpul pernah menyentuh angka 500 juta rupiah,” ucapnya.
Seluruh nominal tersebut murni berasal dari sumbangan swadaya masyarakat yang tulus berbagi dengan sesama melalui lembaga Himayatul Yatama. Pengurus berkomitmen terus menjaga amanah ini demi masa depan anak-anak yang lebih mandiri dan sejahtera.
“Harapan kita agar anak-anak ini bisa mandiri, sukses di masa depan, dan mampu meringankan beban orang tua mereka,” pungkasnya.*















