Pjs Kades Loyok Sisihkan Dana Operasional untuk Siswa Berprestasi dan Anak Yatim

PorosLombok – Penjabat Sementara (Pjs) Kepala Desa Loyok, Abdillah, S.Adm., membuat gebrakan tak biasa. Ia berkomitmen menyisihkan tiga persen dari dana operasional kepala desa untuk memberi penghargaan kepada siswa berprestasi.

Tak hanya itu, dana tersebut juga akan digunakan untuk menyalurkan santunan bagi anak yatim piatu di Desa Loyok.

Langkah ini bukan sekadar wacana. Program tersebut mulai digulirkan saat Desa Loyok menggelar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) 2025. Abdillah menilai, MTQ merupakan momen tepat untuk memulai program sosial yang menyentuh langsung masyarakat.

“Insyaallah tahun ini kita mulai. Apresiasi bagi siswa berprestasi dan santunan anak yatim jadi prioritas,” tegas Abdillah kepada wartawan, Rabu (2/7).

Tak hanya prestasi akademik, Abdillah juga mengapresiasi siswa yang mengharumkan nama desa lewat lomba keagamaan, termasuk peserta MTQ yang berhasil menyabet gelar juara.

“Anak-anak yang ikut MTQ dan bawa pulang piala juga kita kasih penghargaan. Mereka banggakan desa, harus kita dukung,” imbuhnya.

Program ini bukan sekadar janji manis. Abdillah menyebut kebijakan tersebut sudah diketok palu dalam musyawarah desa bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan unsur masyarakat lainnya. Skema ini masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) dan tercantum dalam APBDes.

“Sudah disepakati bersama, tinggal dijalankan,” tandasnya.

Untuk santunan anak yatim, pihak desa sedang melakukan pendataan secara menyeluruh. Abdillah mengaku telah menginstruksikan seluruh kepala wilayah agar mendata penerima manfaat dengan akurat dan merata.

Ia berharap langkah kecil ini mampu memantik semangat pelajar untuk terus berprestasi, sekaligus meringankan beban anak-anak yatim dalam memenuhi kebutuhan dasar, terutama pendidikan.

“Minimal mereka tahu, pemerintah desa hadir dan peduli. Mereka tidak sendiri,” ucapnya haru.

Bagi Abdillah, ini bukan soal anggaran semata. Ini tentang membangun budaya peduli dan gotong royong yang mulai memudar di tengah masyarakat.

“Kalau bukan kita yang peduli sama anak-anak kita, siapa lagi?” tutupnya.

(Erwin/ PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU