PorosLombok.com, LOTIM –
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten solok, Provinsi Sumatra Barat, Medison bersama rombongan datangi Kabupaten Lombok Timur, dalam rangka kunjungan kerja untuk melihat beberapa sistem yang diterapkan Pemda Lotim, baik dari segi tata kelola anggaran dan beberapa sistem lainnya.
Kepada porosLombok Sekda Medison mengatakan, bahwa dirinya kagum terhadap Kabupaten Lombok Timur, karena merupakan salah satu Kabupaten yang berkembang pesat di Nusa Tenggara Barat (NTB), terutama dalam bidang pendidikan dan Kesehatan.
“Kemarin saya dapat informasi Bahwa IPM Lotim naik, dari sebelumnya 8 ke 7,”ucapnya Jumat (08/12).
Tak hanya itu, Medson juga mengagumi dinamika ekonomi masyarkat Lotim yang sangat luar biasa, ditambah lagi alamnya yang begitu indah dan alami, sehingga tidak kalah dengan Kabupaten-Kabupaten lain di indonesia.
Selain Silaturahmi kata dia, dirinya juga mempelajari tentang pengelolaan keuangan daerah, karena menurutnya kondisi Lotim dan Solok hampir mirip, walaupun satuan anggarannya APBDnya berbeda, terutama sistem pengelolaan PAD sehingga dirinya akan mencoba menerapkan hal yang sama di kabupaten Soloq kedepannya.
“Saya sempat diskusi tentang PAD bersama kepala BPKAD, memang disini ada yang akan kami coba adopsi terutama tentang galian C karena saya lihat tadi didepan pintu masuk Lotim ada Pos Retribusi dan hasilnya cukup bagus,”, bebernya.
Melihat hal tersebut, tentu bisa diterapkan di Soloq, karena di kabupaten tersebut jelas Medson, memiliki tambang galian C yang hampir mirip dengan Kabupaten Lombok Timur. Namun di Kabupaten Soloq sendiri belum punya PAD dari tambang sampai saat ini.
“Sementara kita lihat di Lotim mendapatkan lumayan PAD dari tambang galian C ini, cuma dengan mengoptimalkan pemungutannya di Pos-Pos yang dibuat di beberapa titik,” jelasnnya.
Diakuinya bahwa kinerja Pemda kabupaten Lombok Timur sangat baik, terbukti dari capaian-capaian di beberapa sektor, sehingga hal ini perlu di adopsi serta diterapkan di Kabupaten solok.
Adapun sektor-sektor yang akan diadopsi di Lombok Timur yakni, tentang pengelolaan APBD, sistem perencanaan dan penganggaran, PAD, kemudian bagaimana mengembangkan sektor Pariwisata. karena Solok juga salah satu daerah wisata.
“Karena menurut informasi, di Lotim sudah mempunyai 99 desa wisata dan saat ini kami sedang menuju kearah sana, dan saat ini kami baru punya 14 desa wisata, karena investasi yang bagus ke depan itu pada sektor Pariwisata,” pungkasnya.
(Arul/PorosLombok)
















