Wabup Lotim Sebut BPJS Ketenagakerjaan Hak Pekerja yang Tak Boleh Diabaikan

(PorosLombok.com) – Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, mengingatkan betapa pentingnya BPJS Ketenagakerjaan sebagai hak pekerja yang wajib dipenuhi.

Ia mengajak masyarakat untuk tidak mengabaikan program perlindungan ini demi masa depan yang lebih baik.

Hal itu disampaikan Wabup saat membuka pertemuan rutin Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Lombok Timur, Pertemuan itu sekaligus menjadi ajang sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan.di Ruang Rapat Utama I Kantor Bupati. Kamis (7/8)

Menurut Edwin, kesadaran menjadi peserta BPJS adalah salah satu kunci untuk meningkatkan kualitas hidup para pekerja. Perlindungan ini bukan sekadar program pemerintah, melainkan kebutuhan mendasar yang harus diketahui semua kalangan.

“BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan dasar bagi pekerja dan keluarganya, terutama menghadapi risiko seperti kecelakaan kerja, sakit, hari tua, dan kematian,” ujar Wabup.

Ia menilai peran GOW sangat strategis dalam menyampaikan informasi ini karena jaringannya yang luas hingga ke pelosok desa. Ia berharap anggota GOW bisa jadi agen perubahan di masyarakat.

“Para ibu-ibu GOW aktif sampai ke dusun-dusun. Mereka sangat berperan penting dalam menyebarkan informasi tentang BPJS agar makin banyak yang paham dan ikut program ini,” tambahnya.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Lombok Timur kemudian memaparkan lima program utama BPJS, mulai dari Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), Jaminan Kematian (JKM), hingga Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

Tidak hanya sosialisasi, acara ini juga menjadi momen penyerahan manfaat Jaminan Kematian kepada 14 ahli waris peserta yang telah meninggal dunia. Total santunan yang diserahkan mencapai Rp596 juta.

Edwin menyebut santunan tersebut sebagai bukti nyata manfaat program BPJS yang memberikan perlindungan finansial penting bagi keluarga yang ditinggalkan.

“Rp596 juta santunan itu bukan angka kecil. Ini bukti bahwa BPJS Ketenagakerjaan sangat membantu masyarakat, khususnya keluarga yang kehilangan pencari nafkah,” jelasnya.

Acara dihadiri Ketua GOW Lombok Timur, bersama ketua dan perwakilan 28 organisasi wanita yang menunjukkan keseriusan mereka dalam mendukung program perlindungan tenaga kerja di Lombok Timur.

(arul/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU