PorosLombok.com – Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar memimpin rapat koordinasi Satuan Tugas (Satgas) program MBG guna memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi daerah pada Selasa (7/4/2026).
Kegiatan di Aula Kantor Bupati ini dihadiri unsur Forkopimda dan camat untuk menyamakan persepsi pelaksanaan program nasional tersebut. Pemerintah daerah berkomitmen memastikan distribusi bantuan menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Program ini sangat penting karena mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi daerah,” ujar Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar.
Najmul Akhyar menjelaskan bahwa tanggung jawab pemerintah kabupaten kini jauh lebih besar seiring arahan kementerian terkait. Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama agar target pemenuhan gizi masyarakat tercapai secara optimal.
Otoritas daerah mewajibkan keterlibatan aktif pelaku UMKM, petani, hingga nelayan dalam rantai pasok kebutuhan program tersebut. Skema ini dipercaya mampu menciptakan perputaran uang yang stabil di tingkat akar rumput.
“Pemerintah daerah kini memiliki tanggung jawab lebih besar dalam memastikan pelaksanaan program berjalan optimal,” katanya.
Transparansi Tata Kelola dan Rencana Pembangunan Sekolah Rakyat
Penguatan koordinasi menjadi prioritas untuk menghindari tumpang tindih kebijakan antara dinas terkait dengan mitra pelaksana di lapangan. Transparansi informasi publik harus dikedepankan agar publik bisa memantau aliran manfaat secara terbuka.
Wabup Kusmalahadi Syamsuri turut mendampingi dalam upaya penyusunan tata kelola yang bersih dan akuntabel bagi keberlangsungan program. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk mengukur efektivitas dampak ekonomi bagi warga lokal.
“Pentingnya transparansi, penyampaian informasi terbuka, serta tata kelola baik agar manfaatnya benar-benar dirasakan,” jelasnya.
Pusat juga berencana membangun sekolah rakyat berkapasitas 1.000 anak dari keluarga kurang mampu di wilayah tersebut. Fasilitas pendidikan ini bertujuan memperluas akses bagi generasi penerus melalui rekrutmen yang sangat tepat sasaran.
Pengawasan ketat terhadap seluruh proyek strategis menjadi harga mati demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat menuju daerah yang maju. Optimisme tinggi menyertai langkah Satgas dalam mewujudkan visi pembangunan yang berkeadilan.
“Melalui koordinasi yang baik, program dapat berjalan efektif dan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.*















