Iran Luncurkan Rudal Kaibar, Israel Hancur, Dunia Panik: Perang Dunia III di Ujung Tanduk?

PorosLombok.com – Situasi di Timur Tengah makin memanas. Iran resmi meluncurkan rudal balistik jarak jauh jenis Kaibar ke wilayah Israel, Minggu (22/6).

Serangan itu disebut sebagai aksi balasan atas gempuran Amerika Serikat ke sejumlah fasilitas nuklir Iran sehari sebelumnya.

Dikutip dari Tribunnews.com, lebih dari 40 rudal ditembakkan Iran dalam dua gelombang, menyasar berbagai titik strategis di Israel. Targetnya antara lain Tel Aviv, Haifa, pangkalan militer, hingga pusat komando pertahanan Israel.

Ledakan besar terdengar di sejumlah kota. Sejumlah gedung runtuh, infrastruktur sipil lumpuh, dan warga sipil menjadi korban.

Laporan militer Israel menyebut, setidaknya 16 orang terluka, dua di antaranya dalam kondisi kritis. Sekitar 20 warga lainnya diduga masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan di selatan Tel Aviv.

Rudal yang digunakan dalam serangan ini adalah Kaibar, varian terbaru dari rudal balistik Khorramshahr 4. Iran mengklaim rudal tersebut memiliki daya jangkau hingga 2.000 kilometer dan mampu membawa hulu ledak seberat 1.500 kilogram.

Rudal Kaibar juga diklaim memiliki kemampuan membawa beberapa hulu ledak sekaligus dan dapat bermanuver saat memasuki wilayah target, sehingga sulit dideteksi maupun dicegat oleh sistem pertahanan.

Sebelumnya, militer Amerika Serikat meluncurkan serangan udara besar-besaran ke tiga fasilitas nuklir Iran, yakni Fordo, Natanz, dan Isfahan. Serangan dilakukan menggunakan bom super berat GBU-57 MOP dan pesawat siluman B2.

Washington menyebut serangan itu sebagai langkah pencegahan terhadap ancaman nuklir. Namun, Iran menyebutnya sebagai aksi agresi brutal yang melanggar kedaulatan dan hukum internasional.

Akibat konflik ini, reaksi internasional pun berdatangan. Rusia dan Tiongkok mengecam keras langkah Amerika Serikat. Beijing menyebut tindakan itu melanggar Piagam PBB dan dapat merusak stabilitas kawasan. Rusia meminta Dewan Keamanan PBB segera bersidang darurat.

Negara-negara Amerika Latin, termasuk Kuba, Kolombia, dan Meksiko, juga mengeluarkan kecaman terbuka. Mereka mendesak semua pihak agar menghentikan kekerasan dan kembali ke jalur diplomasi.

Pakar hukum internasional Universitas Indonesia, Prof Hikmah Hantau, mengingatkan bahwa konflik ini bisa menjadi pemantik Perang Dunia III jika tidak segera dikendalikan.

“Kalau negara-negara besar ikut campur dan berpihak secara terbuka, konflik ini bisa meluas dan sulit dibendung,” tegasnya.

Korea Utara, Rusia, dan Tiongkok saat ini belum mengambil langkah terbuka, namun para analis meyakini ketiga negara tersebut terus memantau situasi dan menunggu waktu yang tepat untuk bereaksi.

Konflik belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Dunia pun diliputi kekhawatiran

(Redaksi / PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU