Gugus I MT.Gading Adakan Workshop Penyusunan PP Kurikulum Kondisi Khusus

Lombok Timur. Poroslombok – Dalam rangka menyiapkan dan memantapkan perangkat pembelajaran bagi guru di kecamatan Montong Gading, Gugus I Montong Gading mengadakan Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran Kurikulum Kondisi Khusus Masa Covid-19 Tahun Pelajaran 2021/2022.

Kegiatan workshop tersebut akan dilaksanakan selama 4 hari yakni dari tanggal 7 – 10 Juli 2021 yang bertempat di SDN 3 Montong Betok dan diikuti oleh guru – guru yang ada pada lima sekolah yang tergabung dalam Gugus I Montong Gading.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kabid SD Dikbud Lombok Timur, Kasi Kurikulum, Kanit UPT Dikbud Montong Gading, Pengawas Pembina, Kepala Sekolah yang tergabung dalam Gugus I dan semua guru yang ada di Gugus I.

Dalam sambutannya Ketua Gugus I Montong Gading, Amat, S.Pd. menyampaikan kegiatan workshop tersebut bisa dikatakan menjadi sebuah wadah yang sangat efektif untuk mempersiapkan perangkat pembelajaran pada tahun pelajaran 2021/2020. Dimana menurutnya kegiatan workshop seperti ini tidak pernah diadakan pada tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah dibawah kepemimpinan Kanit UPTD yang sekarang kita bisa melaksanakan ini, dan bapak ibu guru juga akan pasti mendapatkan ilmu yang lebih banyak disini dan tentunya nanti akan berdampak pada anak didik kita yang lebih baik” jelasnya.

Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran Kurikulum Kondisi Khusus Masa Covid-19 tersebut lanjutnya, diharapkan agar peserta workshop mengikuti kegiatan tersebut dengan sebaik – baiknya supaya berdampak positif bagi diri peserta masing – masing.

Sementara itu Kabid SD Dikbud Lombok Timur Hadi Jayari, S.Kom. dalam sambutannya terfokus pada himbauan terhadap penerapan protokol kesehatan Covid-19. Karena bahwasanya pandemi Covid-19 tidak tahu kapan akan berakhir, oleh karena itu penerapan protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan terlebih di sekolah.

“Kita tidak boleh berhenti melaksanakan pembelajaran untuk anak didik kita. Akan tetapi dalam pelaksanaan pembelajaran, protokol kesehatan 5M harus terus dilakukan” jelasnya.

Oleh sebab itu lanjutnya, untuk memutus penyebaran Covid-19 pemerintah melalui dinas Kesehatan telah menginstruksikan kepada masyarakat untuk di Vaksin. Di Lombok Timur sendiri jelas Hadi Jayari, sudah sekitar seribu lebih tenaga pendidik dan kependidikan yang sudah di vaksin, kendati demikian penerapan protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan. (Mr)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU