DLH Lombok Timur Upayakan Limbah Kotoran Ternak Jadi Biogas

LOMBOK TIMUR – Banyak peternak memiliki keterbatasan pengetahuan dan teknologi dalam pengelolaan kotoran hewan ternaknya. Padahal, sejatinya kotoran ternak dapat diolah menjadi biogas dan bahan energi lainnya.

Kotoran ternak adalah limbah yang bisa menimbulkan beberapa permasalahan lingkungan yang kompleks, apabila para peternak tidak dapat mengolahnya dengan baik dan benar, atau bahkan mungkin tidak mengolahnya sama sekali,

Hal itu menjadi salah satu perhatian dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Timur untuk menginisiasi program mengubah kotoran ternak menjadi Biogas.

Sekretaris DLH Lombok Timur, Muhammad Rusdi mengatakan, kotoran ternak sebaiknya diolah dulu menjadi campuran kompos, dan tidak boleh dibuang di sungai.

“Kotoran sapi tidak boleh dibung sembarangan, kalau bisa diolah menjadi campuran kompos untuk tanaman,” kata Rusi kepada Poros Lombok, Senin (16/8).

Rusdi melanjutkan, kotoran ternak tak hanya berimbas terhadap lingkungan namun juga berpotensi menghasilkan endemik yang berbahaya bagi masyarakat. Ia pun menilai olahan menjadi Biogas merupakan solusi yang tepat terhadap pengelolaan kotoran ternak.

“Kotoran ternak juga berpotensi menimbulkan endemik yang berbahaya bagi masyarakat,” sebut Rusdi.

Rusdi menambahkan, pihaknya selalu mengimbau para peternak yang tidak bisa mengelola kotoran ternaknya agar membawa kotoran ternaknya ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Ijo Balit.

“Kami terus menyarankan, apabila peternak tidak bisa mengelola kotoran ternak dengan baik, bisa memanfaatkan TPS yang sudah ada di Ijo Balit,” pungka Rusdi. (Gl)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU