Ceroboh!, Banner Ucapan Hari Pahlawan di Kantor Satpol PP Lotim Jadi Perbincangan Hangat

LOTIM | Poroslombok.com – Pada tanggal 10 November merupakan salah satu moment bersejarah bagi bangsa Indonesia. Dimana pada tanggal dan bulan tersebut diperingati sebagai Hari Pahlawan Nasional.

Hal itu dilakukan untuk menghormati dan mengenang jasa-jasa para pahlawan bangsa. Namun pada perayaan kali ini, ada pemandangan yang tak biasa terjadi di depan halaman kantor Satpol PP Lotim.

Sekilas memang tidak ada yang salah. Namun siapa sangka, ada kesalahan penulisan nama bulan pada banner tersebut, yang seharusnya bulan November tetapi justru menjadi bulan Oktober.

Banner itupun kemudian difoto dan dishare di beberapa WAG dan Facebook. Sontak saja postingan tersebut langsung diserbu oleh warga net.

Salah satu sorotan datang dari Direktur Eksekutuf Lembaga Transparansi (LENS@) Rakyat, H.Hafsan Hirwan, SH, di sebuah WA Grup yaitu “Lotim Menuju ASA”.

Dari pantauan media ini, Triple H, panggilan akrab H. Hafsan mengunggah sebuah gambar banner ucapan Selamat Hari Pahlawan Nasional, pada hari rabu tanggal 10 November pukul 08:37 wita.

“Tadi saya lihat di Kantor Pol PP Lotim bahwa Hari Pahlawan berubah 10 Oktober, Fataaaal,”tulisnya dengan emoticon lucu.

“Untung bukan Kantor KPK, maka jelas terbukti Tidak Lulus TWK (Tes Wawasan Kebangsaan),”imbuhnya.

Aktivis kawakan yang dikenal sangat jeli untuk melihat sebuah kekeliruan kecil namun mendasar itu juga menegaskan, bahwa hal tersebut merupakan sebuah kecerobohan.

“Tetap ceroboh judulne (judulnya-red),” timpalnya kepada salah seorang pejabat Lotim yang mencoba menerangkan bahwa sifat manusia itu adalah Bahru.

Atas kekeliruan itu, banner tersebut lantas diganti dengan banner yang baru setelah bulan Oktober diralat menjadi bulan November. Namun, hasilnya lagi-lagi mencengangkan.

Jika pada banner pertama terjadi kesalahan nama bulan, kali ini nama Wakil Bupati Lotim yang salah penulisan. Terlihat jelas nama Wabup ditulis “H. RUMKASI. SJ”.

“Sekarang nama Wabup yang salah setelah banner pertama diganti. saya dikirimkan sama staf saya setelah saya suruh tadi monitor karna saya jalan ke bandara tadi,”terang dia.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (SATPOL PP) Lotim, Sudirman, saat dikonfirmasi via telepon meminta kepada awak media agar hal tersebut tidak perlu dikembangkan di media.

Ia menjelaskan, bahwa hal tersebut hanya merupakan Human Error (kesalahan operator sistem). Ia juga menjelaskan, bahwa dirinya sudah memerintahkan untuk menurunkan dan mengganti banner tersebut.

“Saya kan tidak tau, karna tadi pagi saya langsung ke Kantor Bupati untuk Apel. Nah setelah saya dikasi tau saya langsung mengambil sikap,” terangnya.

Menurut pengakuan dia, bahwa kemarin dirinya memerintahkan kepada stafnya untuk mencetak baliho ucapan selamat. Tetapi, terang dia bahwa tugas tersebut menjadi tanggungjawab sekretarisnya.

“Staf yang buat itu kan biasanya dia melihat konsep, dan yang bertanggungjawab pak sekretaris. Tapi tumben tidak dilihatkan dia (sekretaris-red), dan langsung dia cetak,”tuturnya.

Saat diberitahukan oleh media ini bahwa setelah banner diganti namun masih ada kesalahan penulisan nama Wakil Bupati, Sudirman merasa kaget seraya berucap.

“MasyaAllah,” ucapnya dengan nada kebingungan.

Saat ditanya sikap dia terhadap stafnya yang melakukan kesalahan dua kali, ia berucap bahwa hal itu tidak sepenuhnya merupakan kesalahan stafnya, karna menurut dia hal itu terjadi lantaran kemampuan terbatas staf bersangkutan.

Namun begitu dirinya berjanji tidak akan terjadi kesalahan lagi untuk yang ketiga kalinya. (NS)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU